Protected: The Beloved Roulette #9

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

The Beloved Roulette #7

Title: The Beloved Roulette #7

Author: Mysti Adelliza

Genre: Drama

Casts: Park Yoochun (DBSK/JYJ), Min Sunghyo (OC), Shim Changmin (DBSK), Kim Jaejoong (DBSK/JYJ), Park Changi (OC), Jung Yunho (DBSK), Kim Junsu (DBSK/JYJ), Park Minrin (OC), Shin Ririn (OC), Min Minmi (OC)

Author’s Note: Enjoy. Jangan lupa komentarnya 😀

***

“Neneknya Junsu?” tanya Yunho sambil menelengkan kepala.

“Ya,” sahut sang nenek.

Changi memandangi nenek itu sekali lagi, sadar kalau sejak awal wanita tua ini sangat mencurigakan–muncul tiba-tiba dan menakuti dirinya. Tidak juga melupakan fakta kalau nenek ini menyebarkan fitnah. Ya, walaupun tidak seratus persen salah, karena Changi sebenarnya memang tertarik pada Yunho. Tetapi, karena dia dan Yunho belum menjalin hubungan apa-apa, menurut Changi, itu tetap fitnah. Ditambah, nenek yang pada awalnya baik terhadapnya kini memandanginya dengan keji. Tidak tahu kenapa. Changi mengingat-ingat lagi, kapan nenek itu berubah menjadi sengit terhadapnya. Oh, dia ingat. Nenek itu mulai sinis kepadanya saat dia mendekatkan diri pada Yunho. Padahal… apa yang salah? Dia memang selalu sedekat ini dengan Yunho.

Continue reading

The Beloved Roulette #5

Title: The Beloved Roulette #5

Author: Mysti Adelliza

Genre: Drama

Casts: Park Yoochun (DBSK/JYJ), Min Sunghyo (OC), Shim Changmin (DBSK), Kim Jaejoong (DBSK/JYJ), Park Changi (OC), Jung Yunho (DBSK), Kim Junsu (DBSK/JYJ), Park Minrin (OC), Shin Ririn (OC), Min Minmi (OC)

Author’s Note: Nah, akhirnya saya bisa menampilkan cerita yang sudah ditunggu sebagian pembaca ini. Silakan dibaca. Semoga kalian suka, ya… Jangan lupa share pemikiran kalian lewat komentar 😀

***

Continue reading

The Beloved Roulette (Teaser)

“Apa kalian sadar… yang kita alami ini mirip permainan rulet Rusia yang membunuh satu demi satu dan menyisakan satu orang yang hidup?” tanya Changmin pada keempat Hyung-nya.

Yunho tertawa. “Dipikir-pikir, yah… mirip juga, ya,” timpalnya. “Kita dan lima perempuan itu tinggal di satu tempat, menjalin hubungan dan kini hanya satu pasangan yang akhirnya bertahan.”

Junsu mengernyit. “Tapi bukankah rulet Rusia itu kebalikannya? Hampir semua bertahan dan hanya satu yang mati?” tanyanya.

“Eii… Kau terlalu banyak menonton video klip perempuan,” sergah Jaejoong, sambil menyikut Junsu. “Yang benar itu, yang hidup hanya satu. Kalau kau pernah menonton film aksi Hollywood, rulet Rusia itu biasanya mengunakan pistol revolver. Dari semua kamar peluru revolver yang sudah terisi, satu peluru diambil, dan itu merupakan satu-satunya kesempatan hidupmu. Kau arahkan ke kepalamu dan kau tidak tahu kau akan menembakkan peluru kosong atau peluru sungguhan. Kemungkinan besar sih yang sungguhan. Bayangkan saja, hanya satu yang kosong!”

“Ya, ya, ya, Kim Jaejoong dengan mulut besarnya,” ledek Yoochun.

“Siapa yang mulut besar?” Jaejoong melotot pada Yoochun. “Aku pria tampan yang cerdas dan berkelas. Tidak semua orang tahu informasi tadi!”

“Ya, tapi semua orang bisa membacanya di internet,” balas Yoochun lagi sambil memicingkan mata.

“Kalau keadaan kita disamakan dengan bermain rulet, berarti bukan rulet Rusia yang kita mainkan,” ujar Yunho, membuat keempatnya memandangnya, “tapi rulet cinta.”

Jaejoong menirukan gelagat orang yang muntah. Junsu bermuka jijik. Yoochun terbahak. Dan Changmin membuka mulut, “Perkataanmu menggelikan, Hyung!”

Yunho syok. “Kenapa? Apa yang salah? Kita memang membicarakan kekasih kita kan di sini–ah, tepatnya, mantan kekasih.”

Semua bermuka normal lagi begitu Yunho menjelaskan apa yang seharusnya tidak dijelaskan itu. Bukan normal, lebih tepatnya, tapi… sedih. 

“Ya, kau benar,” sahut Jaejoong muram. “Ini memang rulet cinta. Satu persatu wanita itu pergi, menampilkan twist yang menohok. Dan cuma si brengsek satu ini yang beruntung karena wanitanya ternyata tidak memiliki twist sama sekali!” Jaejoong berkata sembari meninju lengannya.

Dan yang mendapatkan perkataan dan tinju dari Jaejoong itu hanya tertawa terbahak-bahak. 

***

Continue reading