TRICK Chapter 2


Title                 : TRICK Chapter 2

Author             : Mysti Adelliza

Main Casts      : Shim Chang Min (DBSK), Shim Chan Gi (OC)

Support Casts : Kim Young Woon–Kangin (Super Junior), Man Hee Hyo (OC)

Genre              : Thriller

Length             : Chaptered

Authors’ Note : Annyeong, readers. Ini chapter 2 dari “Trick.” Yah, karena satu-dua hal, chapter ini jadinya lebih agak sedikit daripada sebelumnya, tapi kami berharap semoga kalian menyukainya. Silakan dibaca. Komentar kalian selalu kami tunggu. 🙂

***

Apa kubilang? Seharusnya Youngwoon Hyung dan Donghae Hyung mendengar ini. Aku sempat terpikir untuk menelepon mereka, tapi aku pikir mereka mungkin saja sedang sibuk sekarang. Lagi pula, belum tentu si Heehyo ‘jenius’ ini berkata sesuatu yang substansial, biasanya dia mengatakan banyak hal tidak penting. Aku harus memastikannya.

“Jadi, apa yang dia keluhkan?” tanyaku.

“Dia bilang jantungnya berdebar terlalu banyak,” ucap Heehyo, membuatku tak sengaja berkernyit, “lalu dia juga bilang kalau debaran jantung yang terlalu sering itu kadang memanipulasinya, membuat kepalanya pusing.”

Aku yakin kernyitan di dahiku makin banyak sekarang. “Hanya itu? Kau yakin dia berkonsultasi denganmu hanya dengan mengulas itu?” tanyaku.

Heehyo terpelongo, menunjukkan ekspresi tidak kompetennya lagi-lagi. Saat aku memutar bola mata, dia mengeluarkan suara kembali, “Ta… tapi, dia bilang memanipulasi, bukan? Itu sudah merupakan suatu titik munculnya suatu hal yang aneh.”

Bola mataku kuarahkan ke atas.

“Oke, oke, memang kedengarannya belum ada apa-apanya. Tapi pernahkah kau merasakan hal semacam itu? Berdebar-debar semacam itu? Berdebar-debar layaknya seorang gadis biasa yang bertemu pangeran? Seperti cerita-cerita impian?”

“Apa sih yang kaubicarakan?” tukasku.

Heehyo mengangkat tangannya, seolah mengatakan; ‘Baiklah, baiklah’, kemudian dia menepuk tangannya sendiri seakan-akan dia baru teringat sesuatu. “Tapi aku ingat dia mengatakan hal lain,” ucapnya.

Aku memandangnya lurus, mencermati gerak-geriknya, menghitung seberapa persen keakuratan ucapannya. Kalau dia terlalu banyak bergerak, itu tandanya dia sedang melebih-lebihkan seperti biasa.

“Dia bilang seperti ada sorotan sinar tajam yang merobek masuk dan menginginkan dirinya,” kata Heehyo.

“Apa?” tanyaku. Astaga. Nampaknya aku sudah tahu seberapa persen fakta yang keluar dari mulutnya. Nol.

“Kedengaran ganjil, bukan? Aku juga merinding mendengarnya. Tapi dia bilang begitu. Kutanya, apa dia habis menonton film horor atau apa. Tapi dia cuma bilang kalau dia benar-benar mengalami hal itu,” Heehyo terus berceloteh.

“Aku tidak mengerti apa yang kauocehkan dari tadi,” tukasku.

Omo. Changmin Bro. Apa penjelasanku terlalu ilmiah sehingga kau sulit mengerti?” tanyanya.

“Bukan. Penjelasanmu terlalu tidak masuk akal, terlalu impulsif untuk diucapkan seorang dokter,” kataku.

“Berarti aku dokter yang impulsif?” tanya Heehyo sambil membuka kamus kosa katanya di ponsel pintarnya.

“Bukan. Kau dokter yang idiot,” sahutku sambil menghentikannya menuliskan kata ‘impulsif’ di kamus elektroniknya itu.

Saat Heehyo melongo karena mendapatkan perkataanku, pintu ruanganku terbuka. Muncul Youngwoon Hyung sambil membawa radio kecil di tangannya. “Changmin-ah. Dengarkan ini,” katanya tanpa basa-basi.

“Ck. Sudah kubilang berapa kali jangan bawa radio rongsokmu ke ruanganku, Hyung. Tak ada tempat untuk benda purbakala seperti itu di–”

“Ssst…” Tangan besarnya didorongkan ke mulutku, membungkamku seketika. “Dengarkan dulu ini.”

Suara radio sengau itu pun dibalas keheningan ruanganku. “…masih mengharapkan si Tuan Sempurna? Hei, ke mana saja kamu? Biar aku yang bicara pada Tuan Sempurna yang kamu pikir segalanya itu…”

Ada suara lain, yang lebih sengau, yang nampaknya terdengar dari suara telepon. “Ya, Changi, tolong bicaralah padanya. Aku yakin dia mendengarkan.”

“Wahai Tuan Sempurna–oh, tidak, mungkin tepatnya, Tuan Yang Merasa Dirinya Sempurna–kau tolol ya? Hanya karena kalian merasa kalian sempurna di mata orang kebanyakan lantas kalian merasa sempurna? Oh, bodoh sekali. Kau bisa disebut sempurna jika hanya kau bisa melengkapi apa kekurangan orang lain. Bukan berdasar apa yang orang perspektifkan mengenai kesempurnaan.”

“Oh, menohok sekali,” ujar suara lain, yang terasa dekat dengan Changi, dan cukup familier. “Kau tahu, kau seperti sedang bicara pada orang yang kaukenal. Apa priamu seperti itu?”

“Hah?” Terdengar suara Changi. “Seperti yang tadi sudah kubilang, suamiku tidak seperti itu. Dia sangat baik,” katanya. Kulihat Youngwoon Hyung mengedipkan mata padaku. “Dan dia jauh dari sempurna.” Ucapan terakhir Changi itu terdengar seolah-olah radio usang milik Youngwoon Hyung dilempar ke telingaku.

Advertisements

16 thoughts on “TRICK Chapter 2

  1. asrikim says:

    Wah wah,,changi bilang bangmin baik,,tpi kok belakang bilang bang min jauh dari sempurna kkk#pa changi mau blang enggk terlalu sempurna gitu hehehe#apa jangan2 asri yg slah,ngartiin kata jauh#mikir,,
    Tpi kok pendek hehehe,tpi walaupun pendek ngena dihati kkk,,#kedipin mata
    Fightiiin duo eonni,,
    Ditunggu lanjutannya~

    • Mysti Adelliza says:

      Asriiiii… ♥♥♥
      Kkkkkk… Rumit ya?
      Iya pendek nih, asri, lagi kekurangan ide, lagi diusahain banyak buat chapter selanjutnya hehehe… tapi senang denger kalo ini ngena di hatimu kkk….
      Makasih ya asri… ♥♥♥
      Fighting juga :* :* :*

    • Mysti Adelliza says:

      nandaa….
      wah makasih udah baca dan komenin trick lagi 😉
      hahaha, changi standarnya super tinggi,
      cowok harus memperlakukan dia seperti lady, kalau ga, berarti ga sempurna, menurutnya 😉

      • Mysti Adelliza says:

        Nandaaaa… ❤
        Ya, seperti lady. Dan, ya, changmin ga bakal ngelakuin itu.
        Mungkinkah changmin harus move on? Bersama kamu? Kkkkkkk…
        Whoa, ini mungkin bakalan diapdet kalo 7 ff yang kepilih pas polling kemaren (the beloved roulette, rainbow, ruby, candy coated misery, intuneric, darkness eyes, lets get ugly) udah beres, nanda… Soalnya ff ini kemaren ga ada yang milih untuk dilanjutkan waktu saya masukin ke polling T_T

      • Mysti Adelliza says:

        Iya, sama kamu aja… Kkkk….
        Yah… Kayaknya sih begitu, nanda… Hehehe…
        Kalo rekomen, saya ngerekomenin tujuh ff yang lagi saya pos per harinya, biar kalo kamu cari lanjutannya bisa ada terus. Judul2 ffnya udah saya tulis di komen sebelumnya 😉

      • Mysti Adelliza says:

        Iya tujuh itu 😀
        Hmm… Mungkin Ruby? Itu udah paling banyak soalnya. Tapi terserah kamu juga sih hehehe^^ kalo masih bingung, kamu boleh liat2 Page Isi>Cerbung 😉

      • Mysti Adelliza says:

        Iya emang baru tiga, plus prolog. Soalnya kan apdetannya baru berjalan 4 minggu (setelah hiatus panjang) hehe…
        Ruby di pos sekali seminggu. Dan rutin, tiap hari senin.
        Tapi kalo kamu mau yang udah banyak babnya mungkin mau baca yang lama2, kayak the outline? tapi itu pun seinget saya, kamu udah pernah baca kkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s