Rainbow #2

Title                 : Rainbow #2

Author             : Mysti Adelliza

Main Casts      : Shin Sung Hyo (OC), Park Yoo Chun (DBSK), Lee Ri Young (OC)

Support Casts  : Kim Jae Joong (DBSK), Kim Ki Bum (Super Junior)

Genre              : Romance

Length             : Chaptered

***

Terbangun hanya karena sinar matahari yang menembusi celah-celah jendela adalah hal yang tak pernah dialami oleh Yoochun sebelumnya. Biasanya dia tidak semudah itu keluar dari peraduannya. Dia membutuhkan weker dengan bunyi sedahsyat peledak atau pekerja kasar yang membantingnya dari tempat tidur untuk bangun dari lelapnya.

Tapi, pagi ini tidak demikian.

Sinar matahari lembut dapat membangunkannya.

Dia juga bingung mengapa. Kedua matanya agak pedih berkat sinar yang mencolok itu. Jemarinya berusaha menutup matanya.

Samar-samar, penglihatannya mendapati jendela berbentuk persegi yang dipasang di bidang miring seperti atap itu. Dia pelan-pelan menelisik ke sekitar ruangan. Ruangan bercat putih dengan tiga kasur berseprai putih ditemuinya; dua di antaranya terletak di tempat tidur tingkat dari kayu tanpa plitur, salah satunya dia tiduri, dan satu lagi tergeletak di lantai.

Ruangan ini tidak terlalu besar, pikirnya, tidak seperti apartemennya.

Yoochun serentak duduk dari pembaringannya, menyadari sesuatu.

Kalau bukan di apartemennya, sedang ada dimana dia sekarang? Pertanyaan yang jauh lebih penting lagi, mengapa dia bisa ada di sini? Seingat Yoochun, dia tidak punya kebiasaan berjalan dalam tidur. Seingat dia juga, dia tak pernah ke tempat ini sebelumnya. Dan seingatnya, dia—ah, tidak. Ingatannya sama sekali tidak membantu, seolah terhambat seperti kemacetan lalu lintas.

Seprei putih itu bergeser karena Yoochun menggerakkan bokongnya menuju tepi ranjang. Kakinya dijejakkan di lantai berkeramik merah bata itu. Dia mendongak ke luar jendela. Sinar matahari pagi masih menyerbunya. Sambil memicingkan mata, menghadapi matahari dari balik gorden transparan itu, dia memutar kembali memorinya.

Ada Riyoung, wanita yang dia cintai. Yoochun menggeleng sejenak, mengusir bayangan wanita itu dari kepalanya. Akan tetapi, sulit. Wanita itu yang terakhir kali membuatnya lupa diri sedemikian rupa. Dia ingat betapa bahagianya dirinya ketika Riyoung menerima ajakannya untuk menjadi kekasihnya.

Dan kencan terakhir mereka sungguh meninggalkan bekas. Dia ingat mereka makan malam di sebuah restoran di Seoul. Dan itu adalah restoran mewah dimana dia harus menghabiskan banyak tabungannya hanya untuk menyewa kursi di sana. Yoochun sebetulnya sudah menyiapkan banyak hal romantis. Makan malam dengan lilin dan mawar, restoran mewah, tuksedo sewaan, pemain biola dan anggur. Berharap wanita yang ingin dia pacari itu terkesan.

Kendati demikian, kesia-siaan yang dia peroleh. Wanita itu masih saja bersikap seolah mereka bersahabat, bukan berkencan. Tak ada yang banyak terjadi selama kencan terakhir itu. Hal terjauh yang keduanya lakukan adalah berdansa pelan di hall restoran. Di saat itu, Riyoung memangku dagunya di bahu Yoochun dan salah menyebut nama Yoochun menjadi Kibum.

Ya, itu. Itu masalahnya.

Kenapa Kibum? Kenapa nama itu yang dia sebut?

Teman sekamar, teman satu kampus, teman sepekerjaan, teman minum, teman yang selalu membantunya.

Kenapa Riyoung harus memanggil Kibum ketika sedang berkencan dengannya?

Yoochun memejamkan matanya erat-erat. Dia kemudian menghempaskan kepalanya ke udara kosong di sampingnya cukup keras hanya untuk menghilangkan memori terakhir yang dia ingat.

Ciuman itu.

Antara Riyoung dan Kibum.

Yang secara kebetulan dia tangkap ketika kembali lagi ke apartemennya untuk mengambil arlojinya yang tertinggal keesokan hari setelah kencan itu.

Lupakan, lupakan, perintahnya pada dirinya sendiri.

Meskipun begitu, perintah itu tak sepenuhnya bisa terlaksana. Hal itu terus berhilir-mudik di kepalanya. Pertanyaan-pertanyaan negatif mulai bermunculan. Dan yang paling besar adalah pertanyaan mengapa bisa sahabatnya sendiri merebut wanitanya darinya?

Yoochun merasa bodoh, ah, bukan, lebih tepatnya, tolol. Dia seharusnya lebih mempercayai intuisinya yang memang sejak awal merasakan adanya keakraban yang berbeda antara Riyoung dan Kibum. Namun perasaan sukanya pada Riyoung yang meluap-luap menyingkirkan anggapan itu. Kibum dan Riyoung bahkan sudah kenal sebelum Yoochun bertemu mereka. Kenapa dia bisa tidak secerdas itu? Kenapa dia tidak mampu memfigurisasikan keadaan itu? Tidak biasanya logikanya kalah dengan perasaan.

Aku yang ketika itu membenarkan sesuatu yang salah, batin Yoochun. Dia mengabaikan perkiraannya sendiri dan mengasumsikan itu hanya persepsi kosong belaka. Yang memalukannya, persepsi kosong itu rupanya benar. Yoochun merasa ditipu dirinya sendiri.

Dia menjatuhkan dirinya di bangku tanpa sandaran yang dilapisi busa dan kain bermotif kembang-kembang. Pun dia membenamkan wajahnya di dalam kedua telapak tangannya.

Ketika itulah dia merasa ada yang mengganjal di tempat yang dia duduki. Yoochun bangkit dan menemukan sebuah jam tangan tergeletak di sana. Dia meraihnya.

Jam tangan perempuan, terkanya dalam hati.

Benda itu bulat bermerek, yang nampaknya orisinal, namun dengan tali cokelat dari kulit palsu—terasa dari bahannya yang kaku. Yoochun kemudian meraba saku celananya. Dia merasakan bahwa tak hanya jam tangan ini yang tadi mengganjal. Dia lalu menemukan kalau telepon genggamnya yang ada di saku celana itu. Dua benda inilah yang tadi membuatnya duduknya tak nyaman.

Yoochun mencermati telepon genggamnya. Layarnya gelap karena dinonaktifkan. Dia diam sejenak, memikirkan akibat jika dia mengaktifkannya kembali, tapi, ya, tidak ada akibat yang kelihatannya akan parah. Maka, dia memutuskan untuk mengaktifkan kembali ponselnya itu.

Sejenak setelah bunyi pengaktifannya, beberapa bunyi tanda pesan masuk berbalapan muncul. Yoochun menunggunya sampai berakhir dan membuka menu pesan ketika itu selesai.

Dua puluh lima pesan.

Lima belas dari Riyoung. Sepuluh dari Kibum. Semua berintikan kekhawatiran mereka.

Yoochun membuang ponselnya ke ranjang. Mereka hanya berbasa-basi, pikirnya, ditambah perasaan bersalah.

Bunyi satu pesan masuk terdengar lagi. Barangkali yang tertinggal atau baru dikirim, batinnya. Keingintahuan Yoochun kemudian memaksanya untuk mengecek pesan masuk terbaru itu.

Ternyata dari Riyoung.

“Yoochun Oppa, aku hanya ingin memberitahumu. Ini semua salahku. Aku yang tetap menerimamu meski aku sudah menentukan pilihan untuk bersama Kibum Oppa lebih dulu. Semua itu kulakukan agar tidak melihatmu bersedih. Mianhae, kalau ternyata yang terjadi sebaliknya.”

Yoochun berkerut kening.

Dia melempar ponselnya ke tempat tidur lagi.

Mengapa baru bilang sekarang? Yoochun memaki dalam hati.

Yoochun lantas bangkit.

Saat itulah, jam tangan bertali kulit yang tadi dia pangku terjatuh. Pandangannya dikerahkan menuju benda itu lagi.

Punya siapa ini sebenarnya?

***

Taman yang terletak di pinggiran kota adalah tempat dia pilih untuk bersinggah sementara. Sesudah check-out dari hostel yang rupanya tagihannya sudah dibayari oleh sang pemilik jam tangan, yang dia ketahui bernama Shin Sunghyo, Yoochun memutuskan untuk membawa dirinya menuju taman kota tersebut.

Sembari berjalan, memasukkan kedua tangan ke saku celana jeans belel nan robek-robeknya, dia mengingat-ingat lagi. Namun, masih saja, ingatannya mempermainkannya dengan bayangan Riyoung beserta Kibum.

Dia kemudian bersikeras. Dan menemukan sebagian memori mengenai bar mungil yang dia datangi semalam. Entah nama barnya apa.

Kemungkinan besar dia mabuk.

Ya, benar, dia pasti mabuk. Oleh karena itu, dia dipecundangi ingatannya saat ini.

Tiba juga dia di taman tersebut. Taman luas yang ditumbuhi rerumputan hijau rata dan pepohonan rindang. Taman ini begitu asri dan dikelilingi fasilitas layaknya taman kota biasanya; kafe, kedai es krim, arena bowling, bangku taman, dan jalanan berkerikil yang nampak menyenangkan untuk disusuri.

Yoochun pernah piknik dengan Riyoung dan Kibum di sini. Waktu itu membahagiakan sekali.

Dia lantas menyusuri jalan setapak berkerikil, menduduki bangku taman, dan mengamati tupai-tupai kecil yang berkejaran di sekitarnya. Akan tetapi, bayangan dua orang yang sejak tadi bagai pisau putar di kepalanya muncul silih berganti.

Salah satu teman kerja, Jaejoong, pernah berkata, kalau Riyoung dan Kibum memang sudah berpacaran sejak lama. Sewaktu itu, Yoochun tidak percaya. Dia tidak mendengarkan, sebab, baginya, Kibum tidak mungkin melakukan itu padanya.

Dan, yah, seharusnya dia percaya pepatah bahwa di dunia ini, semua itu mungkin.

Riyoung sendiri, wanita itu, mengapa dia harus membiarkan Yoochun berharap padanya? Apa yang wanita itu bilang kemarin, tidak sama dengan apa yang dia bilang hari ini. Yoochun mengulas memorinya lagi. Tadi melalui pesannya, wanita itu beralasan dia berbuat begitu karena tidak mau melihatnya bersedih. Yang benar saja.

Dan, dirinya mulai berlarut-larut lagi di dalam kesedihan yang membuatnya semakin kelihatan tak ada harganya.

“Jam berapa sekarang?” tanya seseorang menyeruak.

Yoochun sedikit terkesiap dan segera menoleh ke sumber suara. Dia mendapati seorang gadis kecil, kira-kira berusia tujuh atau delapan tahun, berambut hitam sebahu dengan poni lurus.

“Oh, annyeong,” sapa Yoochun, sedikit terbata, sedikit sumringah.

Gadis kecil itu melipat tangannya, agak membersut dengan polosnya. “Aku bertanya padamu, jam berapa sekarang.”

Yoochun tersenyum lebar menemukan tingkah lucu anak gadis ini. “Seandainya aku bisa memberitahumu, Cantik, tapi aku tidak membawa jam.”

“Kalau tidak bawa, lalu ini apa?” tanyanya polos sembari menunjuk pada pergelangan tangan kiri Yoochun.

Yoochun mengikuti arah telunjuk gadis itu dan terkejut. Dia melihat jam tangan itu lagi. Sengaja dia mengenakannya di tangan agar dia tidak lupa atau membuatnya tercecer.

“Ah, ini punya temanku. Aku ingin mengembalikannya,” jawab Yoochun akhirnya.

“Kalau begitu, jam berapa sekarang?” kejar anak itu.

Yoochun kaget dengan desakan anak itu, lalu tersenyum cerah. Sungguh menggemaskan anak ini. Berkat dia, Yoochun sempat teralih pikiran.

“Jam sepuluh,” jawab Yoochun setelah melirik jam tangan yang tidak dia ketahui milik siapa. “Memangnya ada apa sampai kau ingin tahu sekali sekarang jam berapa?”

Gadis kecil itu duduk di sebelah Yoochun sekarang. “Appa janji mau menjemputku jam sembilan di sini. Tapi belum datang juga. Eomma sudah sangat kesal. Huh,” keluhnya.

“Oh, kau menunggu ayahmu dengan ibumu di taman ini?” Yoochun menanyainya.

Gadis itu mengangguk-angguk. Imut sekali.

“Sekarang Eomma-mu dimana?” tanya Yoochun ramah.

Eomma sedang beli es krim,” gadis itu menjawab, kemudian menambahkan, “seharusnya aku tidak boleh bicara dengan orang asing.”

“Lalu mengapa sekarang kau bicara denganku?” Yoochun menanya riang.

Gadis itu memandang Yoochun dengan mata lugunya. “Karena sepertinya kau butuh teman,” lalu dia menjawab.

Yoochun terperangah.

Sayup-sayup terdengar suara wanita yang memanggil.

Eomma memanggil. Annyeong,” ucap gadis itu sembari berusaha turun dari kursi. Dia pun berlari kecil menjauhi Yoochun yang bengong.

Namun, baru selangkah-dua langkah, gadis itu berhenti dan berbalik.

“Kembalikan jam tangan itu pada temanmu. Nanti kau bisa tidak punya teman lagi,” gadis itu berkata.

Lalu pergi.

Yoochun hanya bisa tertawa.

“Tidak punya teman lagi?” gumamnya seraya mencermati jam tangan tersebut.

***

Advertisements

62 thoughts on “Rainbow #2

  1. Nan_Cho says:

    kyaa..
    baru sempet baca dan komen, hehe..
    oh iya, Mohan Maaf Lahir Dan Batin author eonni-deul ^^~

    dari td udah ga sabar mau baca ini chapter, dan akhirnya baca juga, hehe..

    di chapter ini aku masih sebel sama Yoochun, dia ngomongin Riyoung mulu, untung aja ada Kibum, hihihi..
    dan yg bikin aku happy, ternyata si Nona Suram tdk menghapus semua jejaknya, jam tangan kulit dan nama penyewa hostel, ffieuhh! setidaknya ada jejak Sunghyo walau Yoochun si nappeun itu cuma inget Riyoung, kkk..

    ahh, aku suka kalimat gadis kecil td buat Yoochun..
    “Kembalikan jam tangan itu pada
    temanmu. Nanti kau bisa tidak
    punya teman lagi”
    aku ga tau arti ucapan itu apa, tp yg jelas ucapan itu punya makna buat Yoochun..
    seperti Yoochun harus bertemu Sunghyo utk ngembaliin jam tangan itu, walau Yoochun ga tau pemilik jam tangan itu Sunghyo, tp aku yakin mereka pasti bertemu, hehe..
    *go go go Lychee Couple*

    satu lagi..
    Sunghyo-ssi bagaimana keadaanmu?

    • Mysti Adelliza says:

      Kyaaa….
      Makasih nancho udah kembali ^^
      Mohon maaf lahir batin juga ya ^^

      Hehehe, ga sabar ya ^^

      Whoa, masih sebel sama Yoochun toh? Tapi Kibum menyelamatkan ya?
      Nona Suram kayaknya lupa deh soal jam dan nama itu, dia mungkin kesibukan nangis waktu itu, ckckck

      Gadis kecil itu emang bakal kita kasih hadiah karena udah bilang gitu ke Yoochun, hehehe

      Mudahan mereka bisa bener ketemu ^^

      Wah, kamu menanyakan kabar Sunghyo, nancho? Hiks.. #terharu
      Sunghyo lagi pundung meratapi nasib di pojokan, dia sedih karena ga pernah dibikin keren hahaha
      #digigitSunghyo

      (Sunghyo : nancho-ssi, aku baik-baik saja. Kamu sendiri gimana? 🙂 )

      • Nan_Cho says:

        hehe iya..

        masih author eonni, kkk..
        utg aja balasannya buat Yoochun yaitu fruatasi karena patah hati, haha, terima kasih Kibum-ssi..
        tp tetep efeknya dia nappeun ㅠㅠ

        amin~
        Lychee Couple harus tetap bersatu.. ^^

        hahaha..
        iya nih, nasibnya dibikin suram mulu sama author eonni, nah lho jadi pro sama Sunghyo, kkk..

        ahh, syukurlah, kabar aku masih complicated Sunghyo-ssi, ditambah lagi post terbaru dari author eonni jd makin complicated, hahaha..

      • Mysti Adelliza says:

        #lol
        Nancho! ♥♥

        Hahaha, Kibum-ssi pun senang udah ngebantu #apaan

        Hehe, Lychee Couple harus bersatu ya?

        Hihihi, sebenernya emang punya dosa sama OC-OC, tapi kemaren udah lebaranan kok #eh

        (Sunghyo: semoga complicated-nya complicated yang positif ya, nancho-ssi ^^)
        U_U #apaan

  2. Nan_Cho says:

    kkk..
    iya harus..

    hahaha..
    tp OC yg paling tahan banting si Changi, kkk..

    ohh, tenang saja Sunghyo-ssi, complicated.nya positif kok, xixixi..
    *gimana ga postif, akhirnya aku dengerin suara Yoochun cs lagi alias yg terbaru, kkk*

    • Mysti Adelliza says:

      ^^ hahaha

      Hahaha… OC lain juga ga kalah kok kkkk

      (Sunghyo: oh bagus kalo positif, nancho-ssi ^^
      Oh, mv dia yang baru ya? #agakjudes)

      Maafin Sunghyo ya nancho, dia emang agak gimana ama mv baru jyj itu hihihi…. adegannya bikin dia syok dikit #lol

      • Nan_Cho says:

        hahaaha..
        ciyeee..
        Sunghyo-ssi jealous ya, kkk..
        me too *ga ada yg tanya*
        mv.nya emang radha, oh, aku juga sedikit marah liat mereka menggunakan beberapa indera di kursi belakang itu..
        tuh kan, Yoochun nappeun dan Yoochun bawa2 JaeJun jd nappeun coba, hahahaa..
        Junsu kayaknya ga tulalit di mv itu, kkk, apalagi dance.nya waktu dia di depan mobil itu..
        ahh, satu lagi, kayaknya Yoochun cs demen banget sama mobil, hahahahahaa..
        *tau kan maksud aku min, hehe^^*

      • Mysti Adelliza says:

        Hahaha… iya jealous dia ^^
        #lol gapapa kalo jealous juga, nancho.
        Btw, itu mereka beneran apa bukan sih di kursi belakang? Atau cuma orang lain yang jadi bintang mv?
        Hahaha, kalo masalah Jaejoong mah sebetulnya dia sama aja nappeunnya
        #ditabokJaejoong
        Hahaha… Junsu kan kebiasaannya ada sok2 cool di mv, padahal mah… yah… everybody know lah… #tossamaChangmin
        Aih, kenapa dengan mobil? #agakgamudeng mianhae, nancho~

  3. asrikim says:

    Annyeong duo eonni,,apa kbar?,,,,
    ,,,,
    aigoo jadi kyak gtu,awal mula kenapa yoochun bisa pisah sm riyoung?ternyata si riyoung ska sm kibum dan yoochun ska sm riyoung?,karna riyoung tak ingin menyakiti yoochun akirnya dia mnerima cinta yoochun dan akirnya yoochun terluka dibuatnya,,kasihan jg bang yoochu,tpi lebih kasihan lg sunghyo,,gimana tu nasibnya sunghyo,,
    sunghyo-ah apa kau baik2 saja?aq kuatir pdamu?tpi kenapa sunghyo tak menunggu yoochun bangun ya?tpi untung jam sunghyo ketinggalan,,setidaknya dengan jam itu,yoochun bkal mencari sunghyo,,mudah2han sungchun bertemu(amin)
    Eonni moment sungchun kok enggk bisa dibuka ya?biyasanya kan ada tulisan pasword tpi yg ini kok enggk?

    • Mysti Adelliza says:

      Annyeong, asri…
      Kabar baik, kamu gimana? ^^
      Btw, makasih udah ngelanjutin baca Rainbow 😀

      Nah, iya, gara2 itu. Cinta segitiga yoochun-riyoung-kibum itulah penyebabnya…
      Riyoung cantik sih, makanya banyak yang demen kkk
      Hahaha, tenang aja, asri, Sunghyo udah biasa kasian #lah
      (Sunghyo: asri-ssi, aku baik-baik saja. Jangan khawatir #naik2in alis)

      Nah, soal Sunghyo kenapa ga nunggu Yoochun alasannya ada di SungChun moment itu 😉
      Hihihi, kamu juga nungguin Yoochun ketemu Sunghyo ya 😉

      Hah? Masa?
      Coba di cek dulu, nanti dikasih tau lagi lewat sms yo 😉

  4. asrikim says:

    Asri jg baik duo eonni,,sama-sama,
    Pantas riyoung jdi rebutan#cie,cieee~
    (asri:wah sukur lah klau kau baik2 aja sunghyo,asri seneng dengarnya,,
    iya asri kepengan yoochun cpet ketemu sm sunghyo,,dan yoochun menyadari kehadiran sunghyo di skitarnya,,,
    habisnya sunghyo kasihan sih#iya perasaan sunghyo selalu dibuat kasihan ya?,,kasihan,kasihan
    ya eon,asri tunggu,

    • Mysti Adelliza says:

      Syukurlah, kalo kamu baik2 aja 😉
      Hahaha, tapi riyoung cuma suka satu cowok, asri #uhuk
      Sunghyo titip salam ke kamu katanya, hahaha
      Sip, oke, di chapter berikutnya SungChun nanti ketemu deh ^^
      Hahaha, iya, nanti diusahain ga kasian lagi deh
      (Sunghyo: usahain???)
      Gomawo udah ditunggu asri ♥

  5. rinuzza says:

    nasib Sunghyo gmn??? err.. Onnie~ jgn bikin dy menderita trz donk..
    cukup ngrasain kpahitan bercinta dgn org yg mnganggapnya tdk ada.. huhuhu..
    Yoochun~ kau bnar2 jahat!!! errr..
    lanjutannya kpan nih Onn?
    mreka harus sama2.. apapun yg trjadi! titik! #edisijudes

    • Mysti Adelliza says:

      Kyaaa… kamu lanjut baca ><
      Nasib Sunghyo emang belum diungkap di chapter ini ^^
      Ha~ kamu belain Sunghyo, rizma ♥
      Hahaha, Yoochun ga tau apa2 dia.
      Lanjutannya lagi direvisi, sabar ya 😉
      #lol iya, nanti diusahain gitu hihihi
      Makasih udah komentar lagi, rizma ^^

  6. Nam ri-rin says:

    anyyeong cingu, aku tahu ff ini ada pas bca di yadongfanfic :)hehe
    itu part 1.ny kan?
    krna penasran lanjutanny jadi jalan” deh ke blog kamu, kirain ini ff udah ready complete partny.
    tpi, gpp 🙂 ditunggu next.ny ya
    oh ya cingu, buat series ini aku coment di part 2 ini aja dlu. numpang izin baca di 2 lgi part y tnpa coment.. maaf ya
    :)hehe maaf seringan males buat ngetik. dri hape sih jdi males 😦 mianhe

    • Mysti Adelliza says:

      Annyeong, chingu.
      Bukan yfi, tepatnya fnf. Hehe…
      Yang di fnf lebih tepat disebut part 1,5. Part 1nya ada lagi, judulnya Rainbow #1.
      Makasih udah berkunjung, chingu ^^ hehe, ini ff masih on-going ^^
      Makasih juga udah mau nunggu next partnya 😉
      Oh, gitu. Oke, chingu. Happy reading. 🙂 makasih juga udah komen ^^

  7. dongrim says:

    aku kira sequel, e chapter, untung ada jam tangan n nama jadi jejak, walaupun tidak diketahui yg mana orangnya n kenapa bisa ma org itu

  8. hyochun says:

    Yaah..sepertinya aku menang butuh pw deh.. part sungchun monent.. soalnya jadi ganjel.. galengkap gitu hehe
    Aigoo.. kenapa sikap malasmu juga kau gunakan dalam ff ahjussi #jitak 😛
    Duuh.. sebegitu besarkah cintamu buat riyoung.. dan penghianatan itu memang menyakitkan u.u lebih baik bilang diawal deeh
    semoga bertemu lagi deh sama sunghyo.. good luck #halah next part aja kekw
    Oh, author-ssi mau ungkapin isi hati.. kalo aku emang gasalah udah jatuh cinta ^^ aku suka tulisanmu.. ga banyak dialog, tapi lebih ke penggambaran yg hidup (?) 😀 serasa ikut dalam cerita 🙂

    • Mysti Adelliza says:

      Oke, oke, boleh minta alamat emailmu, hyochun? Biar dikirim pwnya.
      Hahaha, kan biar makin berasa Yoochun #lol
      Kalo soal cintanya segitu besar, ahjussi satu ini kan emang gampang banget dimabuk cinta orangnya, kalo ga salah dia pernah ngaku sendiri kalo dia gampang jatuh cinta, wkwkwk… XD
      Dan, setuju sama kamu, mending dibilang awal2 ^^
      Hahaha… iya, silakan ke next part ^^
      Aigooo… senangnya mendengar itu. Gomawo, hyochun ^^ jeongmal gomawo ♥

  9. aina fitria says:

    Owh jadi gt qwal ceritanya kenapa yoochun bisa sampai mabuk n ga inget apa2
    ternyata dia patah hati cwe’a ngebohongin dia,udah punya pacar kok ttp nerima yoochun jg sampai akhirnya yoochun tau
    kasihan jg cy selama ini di bohongin
    tp gmn nasibnya sunghyo???
    hmmm

    • Mysti Adelliza says:

      Annyeong, aina. Selamat datang di blog ini^^

      Hehe, awal cerita Yoochun bisa mabuk emang di chapter ini. Tapi awal cerita kenapa Yoochun bisa ketemu Sunghyo ada di Rainbow #1
      Betul banget, Yoochun se-nappeun2nya pas mabuk, tapi dia kasian juga karena diboongin 😦
      Nasibnya Sunghyo nanti ketara di chapter berikutnya ^^

      Btw, makasih atas komentarnya, aina ^^

  10. Nathalie park says:

    Bru selesai baca part rainbow d’blog sblh trz langsung baca part ini..jd kasian sm yoochun’y tp mungkin klo dy denger apa kt jaejoong mngkin dy gkn terluka ky gni dan mungkin sunghyo jg g hrz jd korban pelampiasaan yoochun jg kn????tp g ngerti kg sm jln pikiran riyoung klo dy udh sm kibum bwt apa dy hrz terima yoochun..klo alesan’y cmn pengen yoochun g sedih q rsa yoochun justru bkl nambah sedih sm kenyataan yg sbnr’y…

    • Mysti Adelliza says:

      Hehehe, halo, nathalie ^^
      Ada bagusnya kamu baca dulu Rainbow #1, itu before storynya yang di blog sebelah.
      Sekarang kamu jadi kasian sama Yoochun ya.
      Betul, coba dia denger kata Jaejoong, tapi ya, namanya juga jatuh cinta, hehehe.
      Dan soal Riyoung kenapa begitu, nanti bakal diungkap lebih dalem lagi di chapter berikutnya.
      Btw, makasih udah komenin Rainbow di sini juga ya :*

  11. yua says:

    akhirnya bisa baca nih ff disini
    jd sunghyonya langsung kabur gitu? cuma ninggalin jam tangan doang
    yoochun mesti cariin sunghyo.
    kasian jg si yoochun ya udh lah sama sunghyo ajee

    • Mysti Adelliza says:

      annyeong, yua
      wah makasih udah mampir ya ^^
      iya sunghyo langsung kabur dan ninggalin itu, itu juga dia ga sengaja hehehe
      hohoho, harusnya sih begitu
      setelah baca chapter ini kamu kasihan ke yoochun juga ya ^^
      btw, apa kamu udah baca before story-nya? ^^
      anyway, makasih komentarnya ^^

    • Mysti Adelliza says:

      Annyeong, putridwy, gomawo udah kunjungin blog ini ^^
      Hehe, iya, emang banyak yang kasian di sini ^^ #eh
      Riyoung punya alasan kok kenapa dia begitu hehehe ^^
      Btw, makasih udah komen ya ^^
      Apa kamu udah baca before storynya? Rainbow #1?

  12. park chan seul says:

    keren kok eonni!! tapi saran dari aku tolong isinya dibanyakin hehehe, soalnya terlalu pendek. btw lanjutkan selanjutnya ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s