Cheonsawa Agma (Chapter 2)

Title                 : Cheonsa wa Agma (Chapter 2)

Author             : Mysti Adelliza

Main Casts      : Lee Dong Hae (Super Junior), Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Support Casts  : Park Chan Gi (OC)

Genre              : Fantasy, Friendship

Length             : Chaptered

***

Dunia manusia; sebuah lahan luas tempat para manusia hidup, yang penuh dan membludak atas segala hal. Dunia manusia; tempat para makhluk tak kasat mata berjumlah jauh lebih banyak dari kuantitas manusianya sendiri. Dunia manusia; tempat impian dua makhluk ini menggapai tekad dan cita-cita.

Makhluk pertama adalah Donghae, malaikat bersemangat yang bertekad menolong manusia sebanyak mungkin.

Malaikat tersebut mendarat di antara manusia-manusia. Kejatuhannya tentu tidak berefek apa-apa padanya. Namun, dia malah bertingkah seolah-olah dia jatuh dengan sangat keras dan berisik.

“Aduh, mengapa pendaratannya buruk sekali? Tubuhku sakit-sakit!” seru si malaikat.

“Astaga, Donghae, mengapa memakai istilah manusia?” Makhluk beraura sama muncul di sebelahnya, dan langsung mengomel. “Memangnya kau bisa merasakan sakit? Kita ini malaikat!”

“Oh, ya, kau benar.” Donghae bangkit sambil tercengir. Dia lalu melihat sekeliling. “Omong-omong, Changi, kita berada di DUNIA MANUSIA LAGI!” seru Donghae heboh. “Yeah!”

“Ya, memang.” Malaikat berambut keriting yang dipanggil Changi itu memutar bola matanya sambil berkacak pinggang. “Memangnya dimana lagi?”

“Yuhuu!! Aku senang sekali. Lihat, lihat, lihat! Mereka banyak sekali!!!” sergah Donghae riang sambil menunjuki manusia-manusia yang berjalan menembusinya.

“Tentu saja, Donghae,” ujar Changi sinis, “ini dunia mereka, jelas mereka ada banyak.”

Donghae masih terkesima sejenak dengan semua pemandangan di hadapannya, seperti baru saja kembali ke dunia yang dia impi-impikan, hingga kemudian kedua kupingnya menegak karena menyadari ucapan sinis Changi yang tadi dia tangkap setengah-setengah. Dia menoleh pada Changi dengan wajah merajuk. “Changi, mengapa kau sesinis itu? Kau harusnya senang! Kita akan berjuang di sini! Kita akan menolong manusia-manusia itu!”  serunya. Dia kemudian menghadap manusia-manusia yang bergerak melaluinya. “Wahai para manusia!! Kami akan membantu kalian!!!” seru Donghae dengan heboh.

Changi terus memundurkan tubuhnya setiap satu kalimat seru Donghae terucap. Dia kemudian mengatupkan gigi dan menggeleng-geleng cepat. “Duh, kau ribut sekali, Donghae. Kau membuatku pusing, tahu tidak. Kalau kau terus bicara kencang tanpa henti seperti itu terus, aku pergi,” ancam Changi.

Donghae terkejut, nampak ngeri dengan ancamannya. “Jangan, Changi!” larang Donghae. “Kita kan ditugaskan bersama-sama.” Dia ingat dia bertemu dan menyapa Changi di perempatan lorong portal, yang arus perjalanannya saat itu sedang memelan. Changi yang merupakan malaikat yang tengah menjalani ujian ketiga, dengan kata lain merupakan senior Donghae, awalnya enggan membalas sapaannya. Namun akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanan di portal tersebut bersama-sama.

Changi mengernyit. “Kita tidak ditugaskan bersama. Kita hanya teman seperjalanan. Aku punya tugas sendiri, kau juga,” katanya.

“Tidak mungkin,” sahut Donghae.

“Bagaimana mungkin kau bisa bilang itu tidak mungkin?” tanya Changi. “Itu kenyataannya. Aku seniormu di Institut Ange. Apa kau lupa? Wajar kalau aku melakukan tugasku sendiri sesuai dengan tingkatanku. Begitu juga kau.”

“Tidak, Changi,” Donghae tetap tidak mau memahami, “kita bertemu di portal perjalanan. Itu berarti kau secara tak langsung ditugasi untuk menemaniku.”

“Mana mungkin begitu?” Changi bertanya dengan wajah tak terima. “Aku tidak pernah mendapatkan perintah untuk melakukan itu.”

“Makanya aku bilang itu tugas secara tak langsung,” timpal Donghae.

“Jangan mengada-ada,” cetus Changi dingin.

“Tidak, aku tidak mengada-ada. Yoochun Hyung bilang waktu dia melaksanakan ujian pertama dan dia tak memiliki petunjuk apa pun, Jaejoong Hyung sendiri yang mendatanginya dan bilang akan memandunya ketika dia melintasi portal. Yoochun Hyung bilang Jaejoong Hyung melakukan tugas secara tak langsung,” Donghae melontarkan bukti.

“Itu karena Jaejoong memang ingin membantunya, mungkin. Barangkali karena itu dia bisa melakukan hal tersebut,” Changi berspekulasi.

“Hah?” Donghae melongo.

“Ck.” Changi mendecak. “Dengar, Donghae, aku tidak diminta untuk menemanimu. Kita hanya rekan seperjalanan. Aku akan mengusahakan untuk melihatmu kalau aku sempat, tapi aku harus—”

“Tidaaaak…” Donghae melompat dan menggenggam lengan Changi serta bermuka sesedih mungkin ketika mengucapkan ini. “Jangan tinggalkan aku!”

“Nah, belum apa-apa saja kau sudah kembali ribut! Mengacaukan suasana hatiku saja. Aku pergi, ah!” sergah Changi seraya melepaskan genggaman Donghae lalu bertolak, memunggungi Donghae, mengepakkan sayapnya.

“Ha! Changi! Tunggu!” teriak Donghae sambil mencoba meraih Changi dengan tangannya.

“Sampai jumpa!” seru Changi dan dalam sekejap mata dia terbang ke angkasa.

“Changi!” Donghae mencoba mengejar, namun Changi sudah melesat begitu cepat bagaikan roket, melaju jauh secepat kecepatan cahaya.

Tinggallah Donghae yang memandangi kelenyapan Changi. “Aku belum bilang padamu kalau aku sekarang juga seperti Yoochun Hyung,” keluhnya sedih, “tidak memiliki petunjuk apa pun.”

***

Sementara makhluk kedua adalah Kyuhyun, iblis ogah-ogahan yang bercita-cita dapat tidur tanpa gangguan.

Dia baru saja tiba beberapa waktu lalu di dunia manusia dan kini sudah dalam keadaan tidur. Perjalanan portal yang ia jalani begitu panjang sehingga dia mengantuk. Selama berada di portal, dia ingat ada beberapa iblis lain yang bergabung dengannya, mengajaknya bicara, tapi dia tak menghiraukan mereka. Dia malas dan dia lebih memilih untuk tidur.

Ketika sampai dan mendarat dengan bantuan sayap hitam terbakarnya, dia sadar sudah berada di suatu tempat yang betul-betul ramai. Matanya menemukan jumlah manusia pejalan kaki terbanyak yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Garis-garis putih di jalan, yang dia kenal sebagai area penyeberangan, ada dimana-mana dan dilintasi oleh manusia-manusia yang berjalan cepat dan nampak sibuk.

Di tengah kesibukan yang meruak di sekitarnya, Kyuhyun kembali mengantuk dan berniat mencari tempat sepi. Dia mendongak ke langit dan mencari gedung dengan atap tertinggi yang berpermukaan rata. Ketika menemukannya, tanpa berpikir lagi, dia pun beranjak ke sana.

Kyuhyun segera membaringkan tubuhnya di atap lapang gedung berwarna putih pilihannya itu dan terlelap.

Hingga sekarang.

Dia merasa sangat nyaman di sini karena penghuni dunia ini adalah manusia, yang notabene tak bisa melihatnya. Dirinya merasa bahagia dengan keadaan tidak terlihat ini.

Sayang sekali, sekejap kemudian, kebahagiaannya harus segera berakhir.

“CHANGI!!!” teriak Donghae, si malaikat heboh, tepat ketika dia mendarat di samping Kyuhyun.

“Aaarrgh!!!” Kyuhyun, yang tengah tidur telentang, dengan kedua tangan yang dijadikan bantal kepala, terlonjak duduk dan langsung membentak. “Kau merusak pendengaranku!!”

Donghae nanap dan baru menyadari kalau dia salah mengenali. Dia lantas menempelkan kedua telapak tangannya, membentuk sikap tangan meminta maaf. “Wah, maaf, kukira kau temanku. Dari jauh aku melihat makhluk bersayap terlingkup cahaya, jadi kuhampiri,” ujar Donghae, mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polos. Dia mengamati tampilan Kyuhyun yang berbusana serba hitam dengan sayap hitam membara yang terkuncup. Dia sudah yakin kalau dia benar-benar salah menghampiri sekarang.

Akan tetapi, saat ini dia sudah tak mempermasalahkan kesalahannya, karena makhluk yang dia temukan ini berpenampilan sangat menarik. Donghae terpesona dengan rantai-rantai besar milik Kyuhyun yang berisik setiap Kyuhyun melakukan gerakan sekecil apapun.

“Kaulihat apa?” tanya Kyuhyun.

Donghae terkesiap kemudian kembali mengeridipkan mata, menyadarkan dirinya sendiri.  “Kau—bukan malaikat golongan kami, ya?” dia pun bertanya dengan roman muka penasaran.

“Ya, aku bukan golonganmu,” jawab Kyuhyun, antara peduli dan tidak, “nah, sekarang kau sudah tahu? Bisakah kau pergi?” Kyuhyun pun merundukkan kembali dirinya, ingin meneruskan kembali hobinya.

“Tunggu, tunggu, tunggu!” Donghae berseru, memberhentikan aksi melanjutkan tidur Kyuhyun. “Kau ini gaib juga bukan? Dan pakaianmu, darimana kau mendapatkannya?” Donghae bertanya penuh selidik. Dia mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah sekali lagi. “Kau tahu tidak, kau itu keren sekali! Aku juga mau memakai busana sepertimu! Cepat beritahu darimana kau mendapatkan baju malaikat terkeren ini?!” seru Donghae girang seraya menepuk bahu Kyuhyun.

Kyuhyun buru-buru menepis sentuhan yang akan dilancarkan Donghae, lantas bertanya judes, “Kau tak bisa mengenali wujudku, eh? Adakah malaikat bersayap hitam dengan nyala api berkobar di sekitarnya?”

Donghae bengong sebentar kemudian mendadak menepuk jidatnya. “Oh, ya, benar juga, memang tak ada,” kata Donghae seraya mengangguk-angguk. “Lalu, kau ini apa?”

“Ck! Buang-buang waktu saja kau ini,” Kyuhyun bersungut-sungut seraya menggeser bokong, melihat lantai atap gedung di bawah punggungnya, mencoba untuk kembali berbaring.

“Aku ingat! Aku ingat!!!” sergah Donghae. “Kau iblis, ya? Hahaha. Benar! Benar! Benaaar! Kau iblis!!! Di ujian sebelumnya aku pernah bertemu satu, tapi mereka memasang wajah seram dan tak mau bicara padaku! Yah, menyedihkan juga saat mereka pergi dan memandang tidak suka padaku. Padahal aku hanya ingin menyapa mereka.”

“Duh, kau berisik sekali!” maki Kyuhyun. “Pergi sana! Jauh-jauh dariku!”

“Sebentar dulu, kita mengobrol-ngobrol saja, bagaimana? Aku baru pertama kali berada di tempat yang nampak begitu sibuk ini. Ini kali pertamaku menginjakkan kaki di sini. Bagaimana denganmu?” tanya Donghae, tidak peduli dengan ekspresi kesal Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng-geleng kecil, menahan kesal.

“Hei, mengapa tidak menjawab pertanyaan—”

“Pergi sana! Aku mau tidur!” usir Kyuhyun.

“Tidur?” Donghae bertanya dengan air muka heran. “Kau mau tidur?”

“Ya! Dan aku akan sangat menghormatimu jika kau pergi dan membiarkanku tidur,” sahut Kyuhyun dengan pandangan galak.

Donghae mengerutkan dahi, meletakkan satu jarinya di depan bibir, berpikir. “Setahuku, iblis itu bertugas mengganggu manusia, kenapa kau malah malas-malasan dan tidur di sini?” tanya Donghae kemudian.

Kyuhyun mengerang kesal. “Aku ke sini memang ingin tidur. Aku sampai rela mengikuti antrean lama dan wawancara menjengkelkan beberapa hari yang lalu untuk sampai ke tempat ini; tempat dimana kaumku bisa menjalankan tugas sambil tidur dan santai-santai.”

Donghae bermuka kaget, kaget yang riang. “Wah! Kau berarti juga baru tiba di sini ya? Ujian jugakah?”

“Hm,” sahut Kyuhyun malas.

“Waah…!” Donghae berteriak riang lagi. “Tingkat apa?”

“Dua,” sambut Kyuhyun pelan, dengan roman wajah antara mau memberitahu dan tidak.

“Waaah… Kita sama!!!” Donghae berseru senang. Dia bahkan mencoba merangkul bahu Kyuhyun dengan sebelah tangannya, berlagak sok akrab.

“Aku tak mau sama denganmu!” sergah Kyuhyun, sembari lagi-lagi menangkis tangan Donghae. “Pergi sana.”

Donghae mengabaikan usiran Kyuhyun lagi dan justru bertanya, “Oh, ya, dimana teman-temanmu? Apa kaupunya rekan pendamping? Seperti aku, aku ditemani oleh rekanku, Changi.” Donghae mendadak membersut. “Meskipun dia lantas pergi.”

Kyuhyun bengong, lalu menoleh ke sekitarnya. Pada saat mengikuti ujian pertama, dia tidak memiliki pendamping. Untuk ujian yang sekarang pun, dia tidak ingat dia harus didampingi atau tidak. Dan memang tak ada siapapun di sekitarnya kini. Dia memang bersama beberapa iblis selama perjalanan, tapi sekarang tak ada. Tandanya, dia memang tidak memiliki apa yang ditanyakan oleh Donghae.

“Hei!” pekik Donghae, sengaja mengejutkan.

“Ck! Maumu apa sebenarnya?” omel Kyuhyun seraya mengelus-elus kupingnya yang mulai terasa pekak.

“Ke mana teman-temanmu?” tanya Donghae penuh cengir.

“Tak ada teman, nampaknya,” sahut Kyuhyun yang memutuskan untuk menjawab pertanyaan Donghae saja daripada dia harus diteriaki lagi,  “aku lupa, aku tadi ketiduran. Mungkin mereka meninggalkanku.”

“Wow! Berarti kita senasib! Aku juga ditinggal,” Donghae membandingi keadaan mereka dengan senang riang. Dia menyengir sejenak kemudian membeliakkan matanya seperti baru mendapat ide cemerlang. Melihat Kyuhyun yang berjengit melihat perubahan ekspresinya yang drastis, pun Donghae segera mengutarakannya, “Bagaimana kalau kita cari rekan-rekan kita bersama?” ajak Donghae dengan suka cita.

“Tidak!,” tolak Kyuhyun mentah-mentah, “firasat iblisku buruk kalau lama-lama bersamamu.”

***

Advertisements

24 thoughts on “Cheonsawa Agma (Chapter 2)

  1. bumisme says:

    duhh donghae ko jadi dodol gitu sih, masa baju kyuhyun dibilang keren trus dpt darimana wkwk innocent hae(?)
    jadi ini mereka masih belom keliatan yah wujudnya d mata manusia, eonnideul?

    • Mysti Adelliza says:

      Gyaaa….. Kamu komen lagi! Yes! 😀

      Begitulah cutie dorky hae…. Hehehe #authorthatcanthandlehiscuteness

      iya, mereka masih dalam bentuk tak kasat mata, chingu.

      Sekali lagi, makasih udah komen ini, say…:D

  2. @uliezgaem says:

    ohhh OC yeoja.nya baru keluar dipart 2…

    omona donghae bener2 kaya anak kecil yg dilepas ditaman bermain…ckckkckk

    entah donghae itu polos atau emang bawaannya dia kali ya,, masa nnya bajunya kyu drmna….

    donghae ktmu ama kyu tp takutnya donghae ntar malah jd ikut2an kyuhyun lg, bukn menolong manusia malah menjerumuskan… lagian ada gtu malaikat bekerja sama sama iblis…ckckkckk donge2

    ceritanya bkalan seru, rame n lucu nih 😉

  3. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Oh ya ampuuun, bawaannya ketawa aja gara-gara kepolosan Dong Hae, pke tanya dimana Kyu Hyun dapat pakaiannya yang keren itu-_- . Si Malaikat heboh bertemu si Iblis ogah-ogahan? #Ngakak

  4. SalsaKyu! says:

    Donghae itu kelewat polos ato emamg bego sih?, pengen di jitakin aja rasanya!
    Kyuhyun hobi banget tidur, dasar iblis aneh!

  5. Yoochan-ah says:

    Hae! elu serius pengen baju kayak punya kyuhyun? -_- ada noh di distro bajunya anak metal punk! item2 ada rantainya kan..
    Sumpah ya~ si Donghae ini bikin diabetes saking manis dan imutnya 😀 *kyucemberut
    *melengos

    • Mysti Adelliza says:

      Nah, sekarang kamu udah kemakan efek menggemaskannya si Donghae hihihi ^^
      Hehehe, bagus kan si evil akhirnya bisa belajar sabar, hihihi…
      Gomawo udah ngelanjutin baca dan komen ya, chingu :*

  6. Nan_Cho says:

    hahahaha..
    dasar Donghae aja yg sok kenal, sumpah sifatnya yg berlebihan notabene dia seorang malaikat dan cowok itu bener2 kekanakkan kayak gadis kecil, hahaha..
    apa ntar Kyu ketemu Changi? apa pendamping atau rekan Kyu itu Changmin?
    aku kira Changi itu manusia yg bakal mereka (Kyu&Hae) temui..
    tp ternyata seniornya Donghae, kkk..
    huhh! walaupun kalo ntar ada ChangChan couple + Kyuhyun, aku bersyukur ada Donghae, dia yg bikin cerita jd konyol *jabat tangan Hae*..

  7. hyochun says:

    weh.. kyuchan couple ya disini cieee kkk~
    yaampun hae oppa, kamu disini jadi hyperaktif .. macem gabisa diem, cerewet, suaranya macem minmi (darkness eyes :D), sok akrab pula hahaha how cute innocent ^^ hae disini manis banget keliatannya #cubitpipinya ^^
    jiahahaha bayangin kyu yg sungut2 pas hadepin hae tu ngakak sendiri wkwkwk dikira malaikat pula.. dari jauh udah kelihatan dia itu iblis #ehh #digeplakCho tapi aku bayanginnya dia juga keren looh >_< tapi kenapa dia jadi tukang tidur masa #guyur 😛 haha
    #imagineku lagi bergerak jadi penuh bayang2 #abaikan

  8. asrikim says:

    Hahaha~asri enggk than,perut asri smpai sakit karna ketawa trus,,aigoo,aigoo bang donghae kau bener2,kenapa disini kau begitu polos dan agak oneng kkk~
    kyaknya peredikat yg slama ini disandang bang junsu,sbgai namjam polos dan agak oneng,hrus dibagi deh?buat bang girang satu ini,,
    donggae,donghae kau ini malaikat,kenapa malah ngajak kyuhyun yg iblis jdi partnermu?
    dan kyuhyun jg,dia itu iblis tapi mlh suka tdur,bukannya jalanin tugasnya#tpi kyaknya bgus jg tu,klau seandainya iblisnya kyak bang evil,jdi enggk bnyak orang slah jaln hehehe,,
    Kyaa~changinya muncul?apakah akn ada kisah cinta diantara mereka?

    • Mysti Adelliza says:

      #lol hahaha, kemurnian Donghae makin dimurnikan di sini, secara dia kan malaikat, jadi polosnya kelewatan hahaha
      kayaknya iya deh, hahaha, HaeSu bisa share predikat sekarang #lol #ditimpuk
      hahaha, KyuHae emang jadi iblis dan malaikat yang absurd di sini, sesuai harapan #eh
      Hahaha, iya Changi muncul 🙂
      btw, gomawo udah komenin ini asri :*

  9. kai-ssi says:

    Aaaaa eonni sumpah lucu banget percakapan konyol nya mereka sampe senyum-senyum sendiri bacanya ngebayangin muka mereka berdua yang satu kayak anak tk #polos yang satu kayak anak sd #cuekabis apalagi pas kyu ngomong ‘firasat iblisku buruk jika lama-lama bersamamu’ itu aku ketawa ya ampun donghae segitu polosnya aku suka eonni 🙂 v

    • Mysti Adelliza says:

      waaah… kamu lanjut baca ini? gomawoyo, kaissi~
      hahaha, senangnya tau kalo kamu terhibur sama percakapan di ff ini hehe ^^
      wkwkwk anak tk dan anak sd? ya kayaknya perumpamaan yang tepat juga tuh hahaha
      senangnya kalo kamu suka, kaissi ><
      btw, makasih udah lanjut komen ya #Bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s