The Outline #5

Title                   : The Outline (Part 5)

Author              : Mysti Adelliza

Main Casts       : Shim Chang Min (DBSK), Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Changi (OC)

Support Casts  : Kim Ryeowook (Super Junior), Lee Sungmin (Super Junior)

Genre                : Drama, Mystery

Length               : Chaptered

Annyeong readers, saya kembali mempersembahkan FF yang satu ini. Silakan menikmati. ^^

Air matanya bercucuran. Dia juga tak tahu mengapa air matanya keluar terus-menerus. Lain halnya dengan perasaannya yang berkecamuk, benar-benar marah.

Dia memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Dia yakin dia takkan bisa melanjutkan perjalanan dengan air mata bergelimangan dan emosi memuncak seperti sekarang. Dia menopangkan kepalanya ke setir. Entah mengapa, dia merasa harus menangis sejadi-jadinya.

Sepuluh menit berlalu, dia pikir sudah terlalu lama. Dia harus pulang.

Changi mengecek telepon genggamnya. Tak ada panggilan dari orang tuanya. Mungkin karena orang tuanya menganggap dia kini sedang bersama Changmin. Lagipula barangkali juga karena orang tuanya lelah karena sejak tadi panggilan mereka—tak sengaja—diabaikan oleh Changi.

Saat mengambil tisu untuk mengelap matanya yang sembab, dia mendapati sebuah mobil sedan melalui kaca spionnya. Mobil itu terparkir tak jauh dari mobilnya.

Changi menancap gas. Tak ada pentingnya mengurusi mobil itu. Dia hanya harus pulang.

Beberapa meter menjauhi tepi jalan tempat dia berhenti tadi, mobil itu tetap dekat dengan mobilnya. Beberapa detik setelahnya, dia sadar; mobil itu mengikutinya. Dia kebut laju mobilnya. Akan tetapi, mobil itu tetap bisa mengejarnya. Ketakutan mulai merasukinya. Mobilnya makin kencang, namun tak ada artinya. Mobil hijau metalik itu sama kencangnya. Jalanan sepi mendukung. Walaupun ada satu-dua mobil dari arah yang berlawanan, mobilnya dan mobil itu tetap menjadikan jalanan itu arena balap yang apik.

Sekitar satu jam saling bersikeras memaksakan tujuannya masing-masing, Changi yang bertujuan kabur ini pun melemah. Supir mobil yang bertujuan entah apa itu pun menyalipnya dan terpaksa menghentikannya.

Changi tak sanggup lagi. Tangan dan kakinya gemetar dan kelelahan. Amarah dan kepanikan masih mengendalikannya. Dia diam saja ketika dua penghuni mobil itu membuka pintu, menuruni mobil, dan mendatanginya. Salah satu dari mereka yang bertubuh kecil mengetuk jendela mobilnya. Dia mencari benda keras di bawah joknya untuk bersiap-siap dan dia menemukan botol deodoran ukuran besar di tasnya. Pun dia menekan tombol untuk membuka jendela mobilnya.

Ne?” tanyanya, pura-pura ramah.

“Nona Kim, kami—”

Si tubuh kecil jatuh, berkat botol deodoran yang berhasil dia layangkan ke kepalanya keras-keras saat dia mulai bicara tadi. Dia pun segera menghidupkan lagi mobilnya untuk kabur, namun terlambat. Pria satunya telah menodongkan pistol padanya. “Matikan mesin mobilnya,” perintah pria itu.

Changi pun terpaksa mematikan kembali mesin mobilnya.

“Apa maumu?” dia bertanya.

“Tidak ada,” jawab pria tersebut, “awalnya tak ada.” Dia mengerling pada rekannya yang terkapar di aspal. “Tapi, setelah Anda memukulnya, kupikir—kita harus membawanya.”

Jeda sejenak yang terasa lama.

“Turunlah.” Si pria itu memerintah lagi.

Changi membuka kunci pintu dan turun. Dia melihat si tubuh mungil yang pingsan karena dia pukul tadi. Kasihan juga dia melihatnya, namun tak ada yang tahu apa ini nyata atau hanya permainan yang dibuat dua orang tak jelas asal-usul dan tujuannya ini.

“Cepat angkat dia ke mobil!” lagi-lagi si pria memberi komando.

Changi merunduk dan mencoba untuk mengangkatnya. Beberapa detik kemudian, dia menoleh pada pria tersebut. “Dia terlalu berat,” ujar Changi.

Mwo? Dia kecil dan kurus. Tak mungkin berat,” gerutu pria itu.

“Kalau tak percaya, kau coba saja sendiri.”

Pria tersebut ikut menunduk dan mencoba untuk mengangkat rekannya yang bertubuh kecil itu. Saat itulah, Changi menggunakan kesempatan. Segera dia memukul wajah pria itu dengan tangan kosong. Dan kena. Pria tersebut berteriak kesakitan seraya menggumam tak jelas bahwa tulang hidungnya seperti sudah patah.

Changi segera mengambil langkah seribu.

Baru beberapa langkah Changi berlari, dia merasa kepala belakangnya terlempar sesuatu benda kecil yang sepertinya terbuat dari besi. Matanya berkunang-kunang dan dia limbung ke aspal jalanan itu.

Pria itu menghampirinya, mengambil pistol yang baru terlempar yang tergeletak di aspal, lalu memanggil rekannya, “Wookie-ah! Wookie-ah! Angkat wanita ini! Dia pingsan!”

Kim Ryeowook bangun dengan susah payah, mencoba tegap kembali dengan menopang berat tubuhnya pada mobil. Dia berjalan sempoyongan menuju temannya yang panik. “Apa yang kaulakukan? Kenapa kau memukulnya?” tanyanya yang kemudian ikut panik.

“Apa boleh buat. Wanita ini keras kepala dan nekat. Dia tak mempan ditakut-takuti dengan pistol seperti rencana kita sebelumnya. Seandainya kita bukanlah pesuruh Tuan Shim, melainkan perampok sungguhan, mungkin dia akan benar-benar ditembak mati. Ini sekaligus pelajaran untuknya,” jawab pria tersebut, membela diri.

“Masalahnya bukan itu. Apa yang akan kaukatakan pada Tuan Shim nanti kalau kau telah memukul pingsan calon istrinya ini?” tanya Ryeowook.

“Ah, ya!” si pria terperanjat.

***

Changi membuka matanya. Samar-samar, matanya menangkap bayangan yang belakangan ini familier baginya. Dan lama kelamaan pria ini jelas terlihat.

“Kau?!” teriaknya begitu perawakan pria itu jelas terlihat.

“Sapaan yang tidak enak dipandang, Kim Changi,” ujar Shim Changmin sambil memutar bola matanya. Lagi-lagi, dia memasang muka menjengkelkannya seraya menduduki tepi ranjang yang sedang ditiduri Changi.

Changi mencoba untuk bangkit demi memberi pelajaran padanya tetapi kepalanya terasa berat. Walhasil, dia jatuh ke permadani di bawah ranjang itu.

Changmin menertawakannya. “Dan kenapa kini kau harus menunjukkan kekonyolanmu padaku?” tanyanya.

Saat Changi yakin, dia takkan jatuh lagi, dia mulai memaki, “Dasar keji!!!”

Changmin bersedekap, mendengarkannya.

“Apa yang ada di pikiranmu, hah?! Sampai kapan kaupikir kau bisa mempermainkan orang?!” sergah Changi

Tawanya kali ini lebih lepas. Changmin sekarang betul-betul merasa wanita ini konyol.

Changi mengernyitkan dahinya. “Apa yang lucu?!!” hardik Changi dan dia merasa kepalanya kembali sakit.

Changmin, masih dengan gelak tawanya, memandang mata Changi. “Siapa yang ingin mempermainkanmu? Aku tak ada niat—”

“Ya!” jawab Changi. “Kau ingin mempermainkanku, membuatku tampak bodoh. Aku tahu, kau kesal padaku karena aku telah membentakmu di restoran kemarin—”

Changmin menghentikan Changi dengan memasang wajah serius. “Kim Changi,” panggil Changmin dengan suara mantap, “berapa umurmu?”

“Dua puluh sembilan,” jawab Changi spontan.

“Kenapa bertingkah seperti anak berumur sepuluh tahun lebih muda? Kau pikir dirimu masih remaja? Atau memang di dalam dirimu hanya ada anak kecil yang tak pernah dewasa?” Changmin menelengkan kepala.

Changi memandanginya dengan kening berkerut.

“Aku tidak suka mempermainkan orang,” ujar Changmin dan ketika Changi mulai membuka mulutnya lagi, “kalau aku tak suka, tinggal kusingkirkan saja. Untuk apa membuang-buang waktu, tenaga, atau pun uang untuk mempermainkan orang? Aku bukan tipe orang yang suka hal-hal kurang kerjaan seperti itu.”

Kerutan di kening Changi memudar. Kata-kata Changmin masuk akal.

“Kau harus istirahat,” kata Changmin. Kalimat itu terdengar lembut di telinganya. Sebagian dari diri Changi merasa nyaman dan senang mendengarkannya, sebagian lagi membuatnya curiga.

Pria ini aneh. Changi tahu itu. Dia tak seperti pria biasanya.

Lebih-lebih, Changi belum tahu apa-apa yang telah dilalui oleh Changmin, apa yang direncanakannya, segala hal tentang dirinya. Pengetahuan tentang dirinya yang aneh saja tidak cukup. Bagaimana kalau ternyata dia kelainan? Bagaimana jika dia sakit jiwa seperti yang dia tuduhkan di meja restoran kemarin? Ah, dan Changi telah memakinya barusan. Ingatan Changi pun mengulas kalimat yang baru pria ini ucapkan; Kalau aku tidak suka, tinggal kusingkirkan saja. Changi baru menyadarinya. Kemungkinan itu besar sekali.

“Kenapa matamu membeliak?” tanya Changmin.

Changi ingin sekali berpura-pura tidak takut, seperti yang biasa dia lakukan jika menghadapi sesuatu yang membuatnya merinding. Akan tetapi, kali ini dia merasa dia harus memastikan keamanan dirinya. “Apa kau akan pergi dari kamar ini setelah aku tidur?” Changi bertanya balik.

Changmin tersenyum mengejek. “Menurutmu?”

Changi mulai menampakkan tampang cemas. “Mana—kutahu,” jawabnya getir.

Senyum Changmin mengembang. Dia mulai berjalan mendekati Changi.

“Ap—apa yang kaulakukan?” tanya Changi gusar.

Changmin tak menjawab. Hanya senyum yang dia tunjukkan.

Changi menelan ludah. Segala kemungkinan terburuk bolak-balik melintasi pikirannya.  “Apa kau akan mengasariku?”

Mata Changmin membesar. “Mwo?”

“Apa yang ingin kaulakukan?” tanya Changi kengerian.

Changmin lantas tertawa terpingkal-pingkal.

***

Advertisements

58 thoughts on “The Outline #5

  1. rizqiesyaf says:

    dan akhirnya
    harus nunggu lagi TT

    changmin kau sangat berwibawa (?)
    anyyeong chingudeul

    oh akhirnya
    bisa kesini juga

    makasih ya egk bikin qie mati penasaran
    hahahhaa

    rada seneng juga sih si kyu egk dapet peran di sini hahahahaha

    • Mysti Adelliza says:

      huwaa… kamu nungguin ini tho? >_<
      hehe, kalo dikasi tau sekarang masa lalunya ga surpris dong nanti 😀 jadi bikin penasaran itu wajib, hehehe.
      kurang ngerti bagian mananya, chingu? 😀
      btw, thanks udah kembali komen 😀

  2. haruna says:

    changmin terobsesi apa dah mulai suka..changi dah punya anak tp ko sama changmin ngku y blom knapa ya .penasaran .. visualisasi y keren ” main cast cewek y ulzang semua ya ..tp serasi ko tp yg outline gk ada wajah y ..ntr diliatn muka y …aku suka ma fic wonsung couple ..

    • Mysti Adelliza says:

      halo, haruna~
      Changmin ga terobsesi, hehehe. Dia cuma curiga 😀
      Soal anak itu, ada kenangan buruknya, makanya dirahasiain, chingu 🙂
      Wah, gomawo ya >__< gomapta.
      Oh ya pemeran ceweknya itu gambarnya beberapa dibuatin oleh YFI hehe, begitu pun WonSung Couple. Umm… kalo The Outline saya yang buat, sebetulnya lebih suka pemeran ceweknya wajahnya gak keliatan sih, chingu ^^
      Gomapta udah komen ya chingu :*

  3. ahnjoohee says:

    Unnie-yaaaaaa aku kembali(?) setelah sekian lama hiatus :’) aku kembali kesini(?) udah banyak aja ff.nya :”D lupa kmren itu baca sampe part berapa,akhirnya baca dri awal deh dan part ini aku baru comment kkkk~ sebelumnya kan udah comment(?) ini changmin udah mulai ada rasa kah?! huwaaa *-* seru unnie next part udah ada nih,siap2 ketemu aku lagi unnie~ kkkk

    • Mysti Adelliza says:

      annyeong, ahnjoohee!
      so good to have you back! >< senang kamu kembali 😀
      hehehe, makasih udah komen, chingu
      senangnya kalo kamu bilang ini seru 🙂
      oke sip, komenmu selalu ditunggu 😀

      • ahnjoohee says:

        Un ini banyak ff yg diprotect ya? itu yg diprotect ff NC kah? *-* huwaaa banyak ya /PLAKK #ketauanyadong -_- kapan2 boleh dong minta password /eaa 😀

      • Mysti Adelliza says:

        ow. itu karena genrenya, chingu, atau mungkin bisa disebut rating 😉
        ya bisa dibilang begitu lah. hehehe.
        boleh kok. kamu tinggal komen aja minta passwordnya di ff yang ga diprotek 😀
        supaya lebih jelas baca page Peraturan aja, chingu 😉

  4. SalsaKyu! says:

    Kasian banget nasibnya Ryeowook sama Sungmin, ckckckk. Seru chingu. Changmin kesannya posesif banget gitu sama Changi.

  5. Nan_Cho says:

    kya..
    Cho Kyuhyun dimana? baca scene.nya ChangChan ga tega, ga tega sama Kyu, kayaknya Changi dah mulai tertarik sama Changmin..
    walau sifat Changmin nyebelin karena keingintahuannya tp sifat manisnya lebih kerasa, kkk *dipelototin Kyuhyun*
    Ryewook emang lemah kali ya, ditimpuk deodoran aja pingsan, haahaha..

    • Mysti Adelliza says:

      Hehehe…
      Tenang, nan_cho, nanti Kyu muncul sebentar lagi.
      Iya, Changi emang tertarik sama Changmin ^^
      Iya, Ryeowook lemah, nan_cho, #tapi dijadiin bodyguard juga hahaha

  6. tiwiw says:

    msh gak ngerti ama kelakuan si changmin , kyu nya kemana?
    changi tertarik sama changmin? kyu gmn nasibnya?

    • Mysti Adelliza says:

      Hehehe, gak ngerti ama kelakukan Changmin ya^^
      Kyu nanti muncul di chapter-chapter berikutnya, chingu. Nasibnya juga lama-kelamaan keungkap ^^
      Sekali lagi, makasih udah komen lagi ya^^

    • Mysti Adelliza says:

      Whoaa… jangan panik dulu, chingu^^
      Changmin masih menyelidiki kok.
      Huwaaa… nasib Kyu juga masih lama keungkapnya, chingu^^
      Makasih udah baca sampe sini ya, chingu^^

  7. asrikim says:

    Kya~
    Keren,keren dan keren,,,aigoo changi polos banget hayalannya jd kemanamana,,,kyaknya changmin mulai suka tu sm changi nyatanya bisa bicara dg lembut trus nyuruh changi istirahat,,,ryeowook ini namjam kok lemah amat ya,,msk ditimpung sm deodoran aja lngsung pingsan trus gimana klau seandanya yg buat nimpung itu blok lngsng msk RS kli,,

    • Mysti Adelliza says:

      Kya~
      Makasih komentarnya, asrikim.
      Hahaha… Changi keliatan polos ya?^^
      kkkk… changmin keliatan tertarik ya?
      Hahaha… Ryeowook kan orangnya penuh kelembutan #apahubungannya
      Btw, makasih udah komen lagi, chingu^^

  8. yue says:

    changmin g sopan — kalo q jd changi, g bkal dh q ladenin lgi dia.. bodo amat mo ngapain jg hahaha

    kyuhyun ku mana ??

  9. Dwee규 says:

    aaiiihh…. changi… changi.. klakuan gak mcerminkan umurr… @( ̄- ̄)@
    trus..trus.. ci sungmin jg.. gayanya udah kya rampok beneran aja… ryeowook jg.. masa ditimpuk deodoran pingsan.. aiih.. yg bener aja kau oppa.. hihihi… ∩_∩
    oya chingu.. apa tuh menjegil? dikalimat terakhir.. aq gak tw maksudnya apa? hihi.. XD

    • Mysti Adelliza says:

      Hahahaha…. Changi ketakutan dia^^
      Sungmin kan bodyguard jadi ya harus perkasa, eh malah kayak rampok ya? Hahaha
      Wookie ketimpuk deodoran kerasa kocak ya? kkkk
      Menjegil itu artinya melotot. Karena membingungkan, jadi saya ganti deh kkkkk
      Btw, makasih udah komen lagi ya^^

    • Mysti Adelliza says:

      Hahahaha…
      Bukan diculik, chingu, itu cuma nyuruh supaya jemput Changi.
      Tapi Changinya yang penuh prasangka dan WookMin nya juga heboh hahahaha

      Kyaa… >< Kyu muncul bentar lagi, chingu

      Makasih udah komen lagi, btw^^

  10. hyochun says:

    hahaha sumpah yaampun.. aku ngakak loh.. changi bener2 kayak di penjelasan OC… kekanakan tapi kuat, pantes julukannya strong child…
    sumpah scene pas kejar2an mobil sampe ryeong oppa pingsan bikin ngakak, apalagi pas debat sama cwang tadi lol
    dan eamng sepertinya cwang tertarik sama changi, kebukti dari kata2nya tadi 😉
    disini aku gambarin cwang oppa tu dingin.. soalnya pas bge sama dialog2 dia.. (sambil bayangin ekspresi cwang oppa ) hehe ^^

  11. harum567 says:

    Aku masih penasaran sama krystal. Semoga changi juga suka sama changmin. Tapi kalo liat chapter sebelumnya, changmin yang minta dikulitin wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s