The Outline #3

Title                  : The Outline #3

Author              : Mysti Adelliza

Main Casts      : Shim Chang Min (DBSK), Cho Kyu Hyun (Super Junior), Kim Changi (OC)

Support Casts  : Shim Ri Young (OC), Kangin—Kim Young Won (Super Junior), Kim Sung Rin (OC), Kim Ryeowook (Super Junior)

Genre                : Drama, Mystery

Length              : Chaptered

Jam alarm menunjukkan pukul tujuh dan mulai berdering keras sekali. Tak ada gerakan dari namja yang terlelap tepat di sebelahnya. Dengkur halusnya malah semakin terdengar. Dan alarm itu terus berbunyi, membuat bunyi berisik di atas meja.

Di meja itu, di sebelah jam alarm, terdapat catatan tangan dengan tulisan besar-besar : ‘RAPAT PEMEGANG SAHAM MULAI JAM DELAPAN’.

Namja itu tetap tertidur. Dia mungkin kurang istirahat. Kemeja kotak-kotak dan celana panjang bahannya masih melekat di tubuhnya. Padahal, itu adalah pakaiannya saat kunjungan ke perkebunannya kemarin sore. Jam tangan kulitnya pun masih terpakai di pergelangan tangan kirinya.

Dering jam alarm berhenti. Masih tak ada gerakan. Lelap tidurnya sungguh tiada banding.

Setiap lima menit sekali jam alarm itu berdering keras. Akan tetapi, tak ada tanda-tanda kalau namja dengan tinggi 190 sentimeter ini terbebas dari tidurnya. Jika ada orang di dekatnya, mungkin akan bertanya-tanya apakah namja ini masih hidup atau tidak. Ah, atau barangkali tak akan sempat berpikir lagi, tetapi segera memanggil ambulans.

Lima belas menit sebelum jam delapan, datanglah keajaiban. Kedua kelopak matanya terbuka dan dengan sendirinya menampilkan bola matanya. Dia, seperti terkena sengatan listrik, lalu terduduk di tempat tidurnya—melihat jam alarmnya dan catatan itu.

Panik, satu kata itu saja yang kini dapat mendeskripsikan keadaannya. Suasana kamarnya yang kacau pun mendukung. Oleh sebab itu, dia kini menjadi kerepotan sendiri mencari dokumen pelengkap rapat yang seharusnya dia simpan dan akan segera dia gunakan.

Dokumen-dokumen itu akhirnya berhasil dia kumpulkan. Dia melihat jam; lima menit sebelum jam delapan. Dia seharusnya sudah tak sempat berganti pakaian. Apa lagi menyisir rambut. Maka, dia hanya merapikan rambutnya yang biasa tersisir rapi itu dengan tangannya dan memakai jaket kulitnya untuk menutupi kemejanya yang lecek.

Dia membuka pintu terburu-buru dan seorang yeoja mungil setengah baya sudah menyambut dirinya di balik pintu itu, eomma-nya.

“Changminnie. Ayo, sarapan. Eomma sudah buat makanan kesukaan—”

Changmin mengangkat tangannya; memotong ucapan eomma-nya. “Aku harus rapat, Eomma,” dia beralasan lalu meninggalkan eommanya, berjalan cepat menuju tangga.

“Tak ada rapat, Changmin. Eomma sudah membatalkan segala janjimu untuk hari ini. Kau tidak boleh pergi. Kau tetap di rumah,” ucap eomma-nya dengan nada sedikit mengancam.

Changmin tetap menuruni anak tangga sementara eomma-nya berulang-ulang memanggil. Saat panggilan entah keberapa, dia berhenti. Bukan karena tak tega, melainkan karena panggilan itu merupakan panggilan dengan nada paling tinggi yang dibuat eomma-nya hari ini. Dan Changmin tahu, kalau dia melanjutkan perjalanannya, eommvanya akan marah besar.

“Kau akan ada pertemuan spesial hari ini,” tekan eomma-nya sembari menatapnya yang sedang memasang raut wajah penuh tanya.

Changmin kemudian mendengus pelan. “Oh, ayolah, Eomma. Jangan bilang kalau kau mengatur acara perjodohan lagi untukku.”

Senyum tersungging di wajah sang Eomma. “Ne, kau benar.”

Aigoo, memangnya Eomma tidak sadar-sadar juga kalau sekarang sudah zaman apa? Maksudku, apa Eomma pernah berpikir sedikit saja kalau hal itu sudah sangat kuno dan tidak relevan?”

“Dan, apakah kau juga pernah berpikir sedikit saja kalau kau makin terlihat seperti bapak-bapak sementara kau masih saja sendiri?” kicau eomma-nya, membawel.

“Ayolah, Eomma—”

“Lagipula ini bukan perjodohan. Hanya pertemuan saja. Keputusan akhir nantinya diserahkan padamu dan padanya,” tegas eomma-nya.

Lidahnya didecakkan. Napasnya dihelakan. Dia sudah kelelahan menghadapi keinginan eomma-nya. Kalau dia melanjutkan argumennya, yang akan terjadi adalah debat kusir.

Eommanya turun menyusulnya lalu memerhatikannya dari atas hingga bawah. “Nah, lihat dirimu. Kau makin terlihat kacau. Aku tak bisa membayangkan jika aku pergi meninggalkan rumahmu ini. Akan jadi apa kau? Lihat saja sekarang, kemeja kemarin, celana dua hari yang lalu, rambut acak-acakan, dan–” cicit eommanya yang berhenti karena mengendus, “–ugh… tanpa deodoran.”

Changmin mencium bagian terdekat ketiaknya. “Tak ada masalah, kok,” sanggahnya.

“Mungkin sekarang tidak. Jika kubiarkan kau pergi dan setelah kau mulai sibuk di perkebunan, akan tercium aroma tak sedap dari tubuhmu,” tandas sang eomma. “Mandilah. Kutunggu di meja makan.”

Dia mengernyitkan keningnya saat eommanya memunggunginya dan pergi. Lantas, dia kembali ke kamarnya untuk mandi.

***

Matahari sudah mulai menyengat. Changmin sedang menikmati sarapannya. Dia melirik eommanya yang kini memasang wajah sumringah sambil memandanginya.

Sang eomma selalu melakukannya setiap sarapan, mengamati dirinya. Bagi sang eomma, betapa menyenangkan memandangi putra satu-satunya yang semakin persis dengan almarhum suaminya itu. Changmin tidak mau terlalu mirip dengan appanya. Karena dengan begitu, eomma-nya akan semakin merasa impulsif dalam mengatur hidupnya.

Dia tahu eommanya sedang mengkhayal kalau-kalau figur sang appa muncul kembali, karena kini sorotan matanya sudah mengarah ke kursi kosong di hadapannya, kursi sang appa. Yah, dan Changmin tahu, sepeninggal appa-nya lima tahun lalu, eomma-nya belum terlalu dapat melupakan beliau. Boleh jadi itu juga penyebab eomma-nya terus menetap di rumah Changmin ini dan ingin Changmin cepat-cepat menikah beberapa tahun belakangan, supaya dia tidak merasa kesepian.

Demi menghentikan tingkah berlebihan sang eomma dalam memperhatikan, dia mempercepat durasi sarapannya dengan menelan potongan cukup besar roti panggangnya dan segera menghabiskan segelas jus jeruknya. Setelah menyeka mulutnya dengan serbet, Changmin bertanya—yang kemudian mengejutkan sang eomma, “Sangat pentingkah yeoja itu hingga rapat harus dibatalkan? Tahukah Eomma kalau rapat ini sangat—”

Ne, dia penting sekali, yeoja itu,” sang eomma memotong ucapan Changmin sigap, dengan ekspresi yang terlihat agak kesal. Entah karena dikejutkan dari pengamatannya, atau karena dilanda bosan sebab Changmin bersikap kurang kooperatif sejak tadi.

Changmin menyernyih, lalu mengemukakan sanggahan, “Eomma juga bilang begitu pada tiga wanita terakhir yang Eomma pertemukan denganku. Tapi Eomma lihat kan? Tak ada satu pun yang beres dari mereka.”

“Yang ini berbeda, Changminnie. Dia lulusan cum laude dari universitas terbaik di Busan. Dia sudah bekerja di suatu perusahaan besar dan dengan jabatan yang baik. Dia juga—”

“Aku tak peduli dengan itu semua,” kali ini Changmin yang memotong sigap. “Akan sangat merugikan kalau ternyata dia berkelakuan aneh dan menyimpang.”

“Jangan khawatir, Changminnie. Aku sudah memantaunya beberapa hari terakhir. Dia menakjubkan—menantu idamanku,” sang eomma meyakinkan, sembari mengibaskan rambut cokelatnya yang lurus rapi.

Changmin menghela napas letih. Eomma-nya selalu bilang hal yang sama saat menemukan yeoja untuknya. Pemantauan beberapa hari tidak akan cukup, pikir Changmin. Bukan berarti dia menuntut kesempurnaan dari yeoja calon pendampingnya, melainkan dia tak berminat main-main dan memang tak pernah begitu. Dia bukan benci perjodohan. Dia hanya yakin hal-hal seperti jodoh akan datang dengan sendirinya.

Changmin meninggalkan ruang makan ketika dia melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 10.29. Terdengar suara eomma-nya yang memperingatkan agar dia bersiap karena sebentar lagi Nona-Antah-Berantah itu akan datang bersama orang tuanya.

***

Jam besar yang berdiri tegak di ruang tamunya berdenting sebelas kali. Changmin yang sedang membaca koran di teras belakang rumahnya mendengus pelan. Sebentar lagi, dia akan bertemu dengan seseorang entah siapa yang telah ditemukan eomma-nya. Sebentar lagi pula, dia akan tahu apakah yeoja itu ‘bertopeng’ atau tidak. Dan jika benar, dia akan segera melepaskan ‘topeng’-nya.

Mobil sedan Jepang keluaran terbaru memasuki halaman luas rumah Changmin. Sang eomma sudah ribut memerintahkan para pelayan mengecek segala yang sudah disiapkan.

Telah terdengar oleh Changmin, eommanya tengah menyambut yeoja itu dan keluarganya di ruang tamu. Hanya tinggal beberapa detik lagi sebelum sang eomma melakukan hal ini; “Changmin-ah! Changmin!”

Benar. Memanggilnya. Changmin segera melipat korannya dan meletakkannya di meja santai itu. Dia berdiri perlahan dan berjalan ke ruang tamu dengan malas-malasan.

Dia melihat orang-orang di ruang tamu; sang eomma yang makin cantik dandanannya daripada pagi tadi; seorang namja bertubuh gempal bersetelan jas hitam; seorang yeoja bergaun plum yang sepertinya tak beda jauh postur tubuhnya dengan namja itu; dan seorang yeoja muda bergaun lembayung yang duduk kalem di antara keduanya.

Ketika para tamunya itu ingin berdiri untuk menyambutnya, “Oh,” Changmin memotong sembari mengangkat sebelah tangannya, “tak usah seperti itu.”

Ketiga tamunya itu duduk kembali.

“Ini dia, Shim Changmin, anakku. Biasa dipanggil Changmin,” sang eomma memperkenalkan—yang sebetulnya tak perlu dilakukan. Mereka pasti sudah tahu karena dirinya yang datang saat nama itu dipanggil-panggil tadi.

Changmin duduk di salah satu kursi tamu yang dekat dengan sang eomma, berhadapan dengan tamu-tamunya. Dia lalu memandang yeoja muda itu. Changmin mempraktikkan hobi tak biasanya dalam menganalisis seseorang—yang terbentuk berkat suatu kejadian di masa lampaunya, melihatinya dari bawah ke atas. Dia mendapati sepatu hitam bermerek tanpa hak, gaun lembayung berenda putih selutut yang tak cukup menutupi betis kurusnya, kalung mutiara putih yang menegaskan lehernya. Dan, yang tak bisa diingkari oleh mata Changmin walaupun dia telah mencobanya adalah senyumannya–senyuman yang dihiasi lipstick marun, yang dikelilingi oleh kulit kuning kecokelatan yang eksotis, rambut cokelat keriting, dan bola mata cokelat cemerlangnya. Penampilannya yang meyakinkan itu membuat Changmin berspekulasi bahwa yeoja ini pasti pandai menutupi kekurangannya. Wajah dan tingkah lakunya menunjukkan dia adalah yeoja anggun yang lembut. Tetapi tak ada yang tahu apa yang ada di balik itu semua, bukan? pikir Changmin.

“Ada yang ingin kautanyakan?” tanya namja bertubuh bongsor itu, yang pastinya appa dari si yeoja.

Changmin mengangguk sopan padanya lalu mengalihkan pandangan pada si yeoja muda yang telah tampak siap untuk ditanya.

“Sudah pernah menikah?” tanya Changmin. Changmin yakin sekarang eomma-nya sedang memandang ke arahnya berkat pertanyaan tanpa basa-basinya itu, maka dia tak melihat sedikit pun pada eomma-nya.

Si yeoja muda membuka suara, “Belum pernah.”

“Kalau berperilaku seperti orang yang sudah menikah,” Changmin bertanya lagi, “sudah pernah?” Sekarang dia tahu sang eomma bukan hanya memandang, melainkan melotot padanya. Dia lebih dari sekadar yakin tentang itu; dia melihat beliau.

“Maksudmu?” tanya balik si yeoja muda.

“Pengalaman seksmu.” Changmin menaikkan kedua alisnya. “Kau pasti pernah punya pacar, bukan? Nah, bagaimanakah—”

Eomma-nya memanggil Changmin dengan gigi terkatup; mencoba untuk menghentikannya. Changmin tak menghiraukannya.

Setelah sempat syok dengan pertanyaan yang dilontarkan barusan oleh Changmin, si yeoja muda tersenyum simpul. Dan itu makin meyakinkan Changmin beberapa saat.

Tak ada yang berbicara.

Nyonya Shim menarik napas dan mencoba untuk menghancurkan es yang dibuat anak tercintanya itu dengan bertanya, “Mengapa tak tanya hal lain yang lebih—”

Eomma,” sela Changmin, “aku sedang bertanya.”

“Shim Changmin!!” seru eomma-nya gusar.

Appa si yeoja melonggarkan dasinya. Hal itu membuat merah di mukanya menjadi agak samar. Sementara, eomma si yeoja mengelus-elus bahu suaminya.

Changmin melirik eomma-nya yang kini memandangnya balik dengan pandangan mengancam.

Yeoja yang semakin bertingkah elegan di mata Changmin ini akhirnya berkata, “Gwenchanayo, Nyonya Shim. Aku tahu kenapa Shim Changmin-shi ini—”

“Changmin. Panggil itu saja,” sela Changmin.

Ne. Aku tahu mengapa Changmin ingin tahu hal itu. Sebagian besar namja tak ingin menikahi yeoja yang terlalu ‘bebas’, kecuali namja itu tidak terlalu peduli pada pernikahan yang akan dijalaninya. Dan pernikahan sepatutnya memang tak dimulai dengan ketidakpedulian,” ujarnya tenang, “aku hanya bisa menjawab pertanyaan itu dengan jawaban,” si yeoja muda menarik napas sebentar lalu menatap mata Changmin, “Aniyo, aku tak pernah melakukannya.”

Senyuman kecut mengembang di wajah Changmin. “Yang benar saja—?”

Appa si yeoja bangkit. “Shim Changmin-shi, apakah Anda tak menganggap keberadaan kami di sini?” tanyanya dengan suara bergetar.

Appa!” panggil si yeoja muda, “tenanglah.”

Nyonya Shim pun bangkit, memintakan maaf untuk anaknya, “Ah, jeoseonghamnida, Tuan Kim. Changmin hanya—dia tak serius.”

Tuan Kim kembali duduk, meskipun wajahnya masih memerah gusar.

***

“Kim Changi. 29 tahun. Bekerja di sebuah perusahaan peritel alat-alat listrik sebagai manajer keuangan. Sempat bekerja menjadi resepsionis di sebuah galeri foto, sekretaris direksi agensi, manajer sebuah band, dan event organizer. Pekerjaannya yang sekarang adalah pekerjaan terbaik sepanjang hidupnya.”

“Kau bilang umurnya 29 tahun?” tanya Changmin.

Ne, Tuan.”

Changmin tampak berpikir. Dia menyilangkan kakinya di bawah meja kantornya dan menyandarkan dirinya di sandaran kursinya yang fleksibel. Namja bertubuh kecil di hadapannya menunggu reaksinya.

“Ini masih kurang, Ryeowook. Selidiki dia lagi. Apa saja yang telah dia lakukan. Siapa saja yang berhubungan dengannya. Semuanya. Aku mau laporannya ada di mejaku besok.”

Arraseo, Tuan,” sahut si namja kecil dan dia berlalu dari ruangan itu.

29 tahun, desah Changmin. Dia lebih muda rupanya.

Changmin membolak-balik laporan yang baru saja diberikan pesuruhnya tadi. Dia melihat foto-foto terbaru dari yeoja itu; yeoja dengan senyuman meyakinkan itu.

“Aku harus melakukan ini. Aku harus tahu sisi lain apa saja yang ada pada dirinya,” ucap Changmin sembari memandangi salah satu foto itu.

***

Advertisements

52 thoughts on “The Outline #3

  1. rizqiesyaf says:

    aaaaa akhirnya ada yang kelanjutannya

    makin penasaran akunya author TT
    buat author bedua jangan lama2 ya ^^

    kalian berdua keren hahahah

    aku egk suka kyuhyun tapi aku egk tega kalok kyuhyun sengsara
    egl tau kenapa bukan egk suka lebih tepatnya biasa aja sama si evil hahhaha

    serius mau di jadiin novel ?
    terus kenapa di jadiin ff ?
    novelnya tetep jadikan ? *kepo*

    salam kenal buat dou author
    maaf buat ff kalian sebelumnya aku jadi sider egk maksud sumpah *modus*

    tetep semangat buat kalian berdua
    dan dan
    di tunggu banget part selanjutnya

    maaf ya kalok coment aku kepanjangam (^^)\/

    • Mysti Adelliza says:

      Annyong, chingu.
      Gomawo masih lanjut baca dan, yang paling menyenangkan, komen ^_^
      jadi biasa aja sama kyu? Kalo sama changmin? 😀 hehe
      ini tetap jadi novel, kok, chingu, sekarang lagi usaha cari penerbitnya 🙂
      Salam kenal juga ^_^ senangnya kalo kamu berhenti jadi sider
      Oke, Makasih juga dukungannya. Suka komen panjang kok 😀

  2. bumisme says:

    entah kenapa baca ff ttg prjodohan itu ga prnah ngebosenin hahahaha*tawaevilbarengbangkyu*
    aku suka karakter changmin ituloh frontal bangett-D trus kenapa changi bohong ttg pngalaman seks itu bukannya dia udah punya anak si kristal
    ah bikin penasaran wkw

    • Mysti Adelliza says:

      Waaah… Syukur deh kalo kamu ga bosen sama tema perjodohannya 😀
      Ahahaha. Changmin emang, keliatannya selama ini, frontal, chingu 😀 jadi dibuat begitu 😉
      Changi bohong ada sebabnya, nanti keungkap di chap-chap selanjutnya.

      Makasih udah komen lagi, chinguya~ ❤

  3. SalsaKyu! says:

    Changmin bener2 ga main2 ya dalam mencari calon pendamping. Memskipun terkesan frontal, tapi patut di teladani. *ehh

    • Mysti Adelliza says:

      Waaah… sekarang kamu baca The Outline yaaa ^^
      Hahaha… itu agak dilebihkan, chingu. Biar lebih mengintimidasi, maksudnya. Tapi, ga parah banget kan, gimanapun, Changmin kan jangkung sekali, chingu. hahaha… #ngeles
      Anyway, terima kasih atas komentarnya ^^

  4. Nan_Cho says:

    oh Tuhan..
    harus berapa kali aku sebut namaMu..
    authorrrrr..
    pengen banget cubit author coba, ceritanya bikin gemes geregetan sampe ke akar2nya, padahal baru chapter 3 aku bacanya, ceritanya bener2 bikin penasaran..
    siapa Changi? siapa Krystal yg katanya anak perempuan Changi, dan td waktu Changmin dgn kurang ajar tanya seperti itu, apa cewek itu Changi?
    astaga, harus baca marathon ini buat tiap chapter..
    hehe..

    • Mysti Adelliza says:

      Waaah… nancho 😀
      Kamu geregetan yaaa ^^ ayo ngelanjut aja ke chapter2 berikutnya
      Biar ga penasaran dan pertanyaanmu kejawab ^^
      Hehehe…
      Ditunggu maratonnya ya #eh

    • Mysti Adelliza says:

      Ne, yang dijodohin itu Changmin, chingu ^^
      Jadinya sama siapa nanti keungkapnya, hehehe
      Wah, kamu berharapnya sama Kyu ya^^
      Anyway, makasih udah terus komen sampai chapter ini^^

  5. naya says:

    Penasaraaaann..
    Bahaya nih kalo changmin suka sama changi
    Changi juga kayanya open bgt sama changmin, gmn nasib kyuuu -.-”
    Lanjut ke part selanjutnya nih.. udah penasaran akut

  6. iec_4 says:

    Eehh..bnran changmin..??
    nany ny to the point bngt si changmin ni..
    gmn dg kyunie??
    ryeowook..biasany jd ank buah kyu..
    mgknkh bkal ketauan klo changi pny ank??

    • Mysti Adelliza says:

      Nah, kan tebakannya kejawab kan hehehe^^
      Iya, to the point dia. Kan sebabnya udah dikasih tau, chingu^^
      Hehehe… Kyu nanti juga diceritain kok.
      Haha, Ryeowookie mungkin bosen kali makanya pindah jadi anak buah Changmin^^
      Ayo dilanjut baca biar tau, chingu^^

  7. asrikim says:

    Kyaaa ceritanya makin seruuu,,,!!!ternyata namjam yg akan dijodohin sm changi,,changmi ternyata””aigoo changmin ini ngomongnya nusuk bangetsih baru ketemu langsung nanyain hal vulgar seperti itu,,,padahal disitu jg ada calom mertuanya klau jadi,,,makin bikin penasaran aja sm kelanjutannya lalu gimani tu nasib kyuhyun q,,,pokoknya ceritanya keren
    Eonni fighting dan gomowo dah nyimpen no q dan jg ngizinin aq panggil author eonni,,,

    • Mysti Adelliza says:

      Kyaaaa… makasih udah komen lagi, asrikim >,<
      Ne, yang dijodohin ke Changi itu Changmin.
      Hahaha. Begitulah si Changmin, ya kan?
      Wah, senangnya kalo kamu makin penasaran sama cerita ini^^
      Sama-sama, terimakasih juga karena kamu udah mau baca cerita ini^^

  8. taritory says:

    Ya ampunnn changminn to do point bgt sii…gilaaakkkk#:D
    Nah lohh changi ituu boong ato emng dy gtw…jd krystalnitu syapaa?.?
    Ya ampunnn pnasaran pakee bgt nie….
    Lanjutttt^^

    • Mysti Adelliza says:

      Hahaha. Changmin si frontal emang begitu, chingu XD
      Changi bohong atau gak nanti lama2 keungkap. Hehehe^^
      Ayo dilanjut bacanya, chingu^^
      Makasih udah komen lagi, btw^^

  9. yue says:

    knpa jdi was was sh. itu changi sma kyuhyun kn ?? bkan sma changmin kn ??

    kyuhyun g bkal jd skedar orang lain kn ??

    • Mysti Adelliza says:

      Huwaaa… was-was kenapa?
      Oh, gara-gara Changi sama Changmin?
      Soal itu, nanti liat belakangan ya, chingu. Tapi, ya, emang bakal ada cinta segitiga^^

      Gak, kok. Kyu bukan sekadar orang lain di sini^^

      Makasih udah komen lagi ya^^

  10. mayang says:

    thor kenapa gg disebutin itu keluarga changi yg dateng , aq jd agak bingung bca.a tdi appa sang yeoja muda trus yeoja muda itu , knp gg pke nama.a aja biar lebih enak dibca.a ^^
    mian aq coment gini , nie cuman pendapat aq , hehehehehe
    jd malu >.<
    ehh jd changi gg bilang kl udda punya anak ????
    ahh aq penasaran apa yg terjadi setelah kyu ninggalin changi waktu itu ???!!!
    mna jwaban.a ya ???!!!
    dinext part mungkin ada jd lngsung aja degh ^^

    • Mysti Adeliza says:

      Hahaha… jadi membingungkan ya? Maksudnya dibuat begitu, biar pembaca nebak2 kkkk…
      Gapapa, pendapatmu jadi pertimbangan juga kok hehehe…
      Changi gak bilang karena punya alasan sendiri 😀
      Kalo soal setelah Kyu ninggalin Changi, ayo baca bagian selanjutnya 😀

  11. Gita Sri Rahayu says:

    okay.. sepertinya ini agak melenceng dri yg aku perkirakan dan makin buat aku penasaran… klo Changi ga pernah melakukan ‘itu’ gimna bsa dia punya anak

    • Mysti Adelliza says:

      Huwwooo… kamu lanjut baca, chingu? Gomawo^^
      Memangnya gimana perkiraanmu? hehe ^^
      Soal Changi yang bilang dia gak pernah gitu itu nanti dijelasin kenapanya.
      Btw, makasih udah komen lagi ya^^

  12. Zio09 says:

    Nah ini mending tidak lebih pendek dri part sebelumnya. .

    Astaga Changmin! Vulgar banget sih ucapannya.. Dasar gak sopan!

    Iya, yg dia tahu, dia belum pernah melakukan seks dg sadar, kalo tanpa sadar sih udah. .
    Dan udah punya anak pula..

  13. hyochun says:

    gyaaa..cwang oppa nongol juga akhirnyaaa #cium :* ehh yaampun.. tidur apa pingsan itu.. bayangin cwang oppa tidur cengar cengir deh >_< huaaa mau peluk #gegulingan

    changi pake topengkah? belum pernah lakuin seks? kan dia udah punya anak .. #cengosendiri
    yaampun cwang.. sebegitu frontalkah dirimu? yah meskipun itu untuk kebaikanmu #jitak 😛
    halah, next part lagi deh ^^

    • Mysti Adelliza says:

      Gyaaa… hahahahaha… kalimat pembuka komenmu lain daripada yang lain XD XD XD
      Soal Changi pake topeng atau ga, nanti kamu tentuin sendiri setelah baca berikut2nya aja gimana? Hehehe…
      Chwang bukannya emang cukup frontal ya? Hihihi ^^
      Btw, makasih banget hyochun udah kembali komen ^^

      • hyochun says:

        hehehe #nyengir habis cwang oppa itu gemesin ^^ evil aja gemesin, apalgi pas tidur hyaaa :-* _< ngidam bgt pengen peluk tu orang #ehh
        okesip, mau lanjut part 6 nih.. ^^
        hahaha, dia ceplas ceplos #ngeles

    • Mysti Adelliza says:

      wah, kamu lanjut komen… gomawo, monica ^^
      hehe, iya changmin agak ‘tembak langsung’ emang di sini ^^
      hahaha, keliatan sih ga, cuma changmin dimaksudin di ceritanya punya trauma sama cewek kkkk ^^

  14. harum567 says:

    Changmin frontal banget ._. Terus si Krystal siapa? Bukannya anaknya? Kok kata changi belum pernah? Kesian kyuhyun. Aku kira awalnya changi mau dijodohin sama kyuhyun.

    • Mysti Adelliza says:

      Wah, kamu lanjut baca ya? Gomawoyo~
      Hehehe, dia emang cukup frontal. Kalo masalah Krystal dan Kyu nanti juga kamu bisa liat sendiri hehehe…
      Btw, sekali lagi makasih udah lanjut baca dan komen ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s